JAKARTA – Tim Operasional Subnit Narkoba Polsek Metro Tanah Abang menggerebek pesta sabu di kawasan pinggir rel kereta api, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam penindakan tersebut, sembilan orang diamankan saat diduga tengah menggunakan sabu pada Jumat sore, 24 April 2026.
Penggerebekan dilakukan setelah aparat menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi dengan melakukan penyelidikan sebelum bergerak melakukan penangkapan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menegaskan pihaknya bergerak cepat begitu menerima informasi dari warga.
“Begitu ada informasi, kami langsung melakukan penyelidikan dan penindakan. Ini bentuk komitmen kami dalam memberantas narkotika,” ujar Reynold, Minggu (26/4/2026).
Sembilan orang yang ditangkap masing-masing berinisial AF, P, A, AFZ, NK, S, AF, F, dan R. Dari hasil penindakan, dua orang di antaranya diketahui sedang menggunakan sabu saat petugas tiba di tempat kejadian perkara.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang bukti tersebut meliputi satu paket sabu seberat 0,18 gram, puluhan alat hisap sabu, cangklong, korek api modifikasi, serta beberapa unit telepon genggam.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Setiyawan Kuncoro mengatakan, pemeriksaan awal langsung dilakukan di lokasi penangkapan, termasuk tes urine terhadap seluruh orang yang diamankan.
“Hasil tes urine menunjukkan 8 (delapan) orang yang diamankan positif menggunakan sabu,” kata Wisnu.
Polisi menduga lokasi di pinggir rel tersebut kerap dijadikan tempat berkumpul sekaligus lokasi penyalahgunaan narkotika karena dinilai tersembunyi dari pengawasan umum. Aparat kini masih mendalami apakah tempat itu juga menjadi titik transaksi barang haram tersebut.
Sementara itu, saat penggerebekan berlangsung, sejumlah orang lain disebut melarikan diri. Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap mereka yang berhasil kabur dari lokasi.
“Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui peran masing-masing,” ujar Reynold.
Hingga kini, penyidik masih mendalami keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan adanya pemasok sabu kepada kelompok tersebut. Polisi juga membuka peluang pengembangan kasus untuk membongkar jaringan narkotika yang beroperasi di kawasan Tanah Abang dan sekitarnya.
Kasus ini menambah daftar penyalahgunaan narkoba di wilayah perkotaan yang memanfaatkan area-area tersembunyi sebagai lokasi konsumsi. Polisi mengimbau masyarakat terus aktif melapor jika menemukan aktivitas serupa agar dapat segera ditindak.