AGAM — Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat terus dipercepat pemerintah dengan fokus pada bantuan darurat, pembukaan akses, perbaikan infrastruktur, serta tahap rekonstruksi dan rehabilitasi yang terintegrasi.
Kepolisian Republik Indonesia mengambil peran aktif di lapangan dengan mengerahkan personel untuk membantu masyarakat terdampak melalui kerja kolaboratif bersama pemerintah daerah, relawan, dan warga setempat.
Pada Sabtu (27/12), Polda Sumatra Barat menugaskan personel Satuan Brigade Mobil untuk melakukan pembersihan rumah warga yang tertimbun lumpur akibat banjir di Kampung Tangah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Personel Brimob terlihat menyingsingkan lengan seragam dan bergotong royong bersama warga membersihkan sisa lumpur serta material banjir yang mengendap di dalam dan sekitar rumah.
Dengan peralatan sederhana seperti sekop dan alat kebersihan manual, anggota Brimob bekerja menyisir satu per satu rumah agar hunian layak kembali ditempati dalam waktu sesingkat mungkin.
Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang menekankan kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat pada masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah diminta bergerak cepat dan responsif untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan menyeluruh.
“Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan, sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai,” ujar Prabowo dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12).
Secara berkelanjutan, pemulihan difokuskan pada pembangunan hunian warga, pemulihan konektivitas transportasi, layanan kesehatan dasar, pengelolaan lingkungan, distribusi logistik, hingga kesiapan layanan pendidikan di daerah terdampak.***
