Akhir pelarian Taufik Hidayat (30), monster utama di balik kasus penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap YTR (29), berlangsung dramatis. Setelah buron sejak kasusnya meledak pada 10 Juni lalu, Taufik akhirnya diringkus tim gabungan di wilayah Kabupaten Bandung pada Selasa (23/6/2026).
Kasus ini sebelumnya sempat menggegerkan publik setelah korban YTR ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah tiga tahun hilang tanpa kabar. Skala perburuan Taufik bahkan membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sampai menggelar sayembara berhadiah fantastis Rp250 juta bagi siapa saja yang bisa menemukan kepalanya.
Terlacak Belanja Online: Blunder Jejak Digital Sang Buron
Bagaimana polisi berhasil mengendus keberadaan Taufik yang licin? Jawabannya: Blunder transaksi daring.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, membeberkan bahwa pelarian Taufik terhenti setelah tim siber mendeteksi aktivitas digitalnya.
Sebelum terkepung di Bandung, Taufik sempat melarikan diri ke Tangerang. Namun, karena dihantui rasa paranoid dan merasa tidak aman akibat fotonya yang telanjur viral se-Indonesia, ia memutuskan kembali ke kampung halaman untuk mencari perlindungan.
Ultimatum Menegangkan dari Sang Mantan Atasan
Taufik memilih bersembunyi di rumah Dadang Ahyar Ismail (53), mantan bos tempatnya bekerja dulu, yang berlokasi di Komplek Griya Pesona, Ciparay. Kepada Dadang, Taufik menangis ketakutan dan meminta perlindungan hukum karena mentalnya ambruk.
Melihat mantan anak buahnya menjadi buronan nomor satu, Dadang langsung memberikan tiga opsi logis yang menohok:
“Kamu mau terus lari sampai kapan? Pasti capek!”
“Karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan dihakimi sampai mati di jalanan.”
“Kalau ketangkap polisi saat digerebek, kamu bisa ditembak seperti di TV.”
“Di situ saya bilang, ‘Kamu milih yang mana? Lebih baik kamu menyerahkan diri saja.’ Dia mikir lama, sampai akhirnya bilang, ‘Ya sudah, saya ngikut Bapak aja.’ Di situ saya langsung telepon polisi,” tutur Dadang.
Meski sempat ragu dan menghilang pada Selasa pagi, Taufik akhirnya kembali ke rumah Dadang pada sore hari, di mana aparat kepolisian sudah bersiaga mengepung tempat tersebut.
Ancaman Korban Lain: Polda Jabar Buka Call Center
Kasus kekejaman Taufik Hidayat diduga kuat merupakan fenomena gunung es. Di jagat maya, media sosial kini dihebohkan dengan munculnya pengakuan dari sejumlah wanita lain yang mengklaim pernah menjadi korban kebrutalan Taufik.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan terus memonitor pergerakan isu ini.
Polda Jabar meminta siapa pun yang merasa pernah menjadi korban penganiayaan Taufik untuk segera melapor melalui Call Center resmi di nomor 110 atau datang langsung ke kantor Dit PPA-TPPO Polda Jabar. Saat ini, Taufik telah dijebloskan ke dalam sel khusus Polda Jabar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya.