JAKARTA – Sir Jim Ratcliffe dikabarkan marah besar atas kritik Ruben Amorim terhadap struktur klub dalam konferensi pers seusai laga imbang 1-1 melawan Leeds United. Kemarahan pemilik saham minoritas Manchester United itu berujung pada keputusan pemecatan Amorim secara pribadi.
Manchester Evening News melaporkan Ratcliffe tidak menerima pernyataan Amorim yang menegaskan dirinya datang ke Old Trafford untuk menjadi manajer, bukan sekadar pelatih kepala. Amorim menyebut kesepakatan posisi tersebut telah ditandatangani untuk 18 bulan, dengan evaluasi kelanjutan di kemudian hari.
Keinginan Amorim berperan sebagai manajer berarti ia ingin memiliki kendali penuh atas pengelolaan klub dan transfer pemain. Sementara posisi pelatih kepala hanya berfokus pada taktik pertandingan tanpa terlibat dalam kebijakan transfer. Amorim juga menyoroti perlunya manajemen klub menata komentar pengamat Liga Inggris, termasuk mantan pemain United seperti Gary Neville.
Perpisahan MU dengan Ruben Amorim setelah Satu Tahun Lebih Bersama
Manchester United kemudian mengumumkan perpisahan dengan Amorim setelah lebih dari setahun bekerja sama, seraya menyampaikan apresiasi atas kontribusinya. Untuk sementara, Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih kepala saat menghadapi Burnley pada pekan ke-21 Liga Inggris.
Amorim bergabung dengan United pada 11 November 2024 menggantikan Erik ten Hag. Ia sempat membawa tim ke final Liga Europa 2024/2025 sebelum kalah dari Tottenham Hotspur. Namun, di Liga Inggris musim itu, United finis di peringkat ke-15 dengan 42 poin dari 38 laga.
Memasuki musim 2025/2026, United berada di posisi keenam klasemen sementara dengan 31 poin dari 20 pertandingan, hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar. Selama menangani United, Amorim memimpin 63 pertandingan dengan rata-rata 1,43 poin per laga, setelah sebelumnya membangun reputasi bersama Sporting CP dan Braga di Portugal.