Mi instan memang praktis dan lezat, tapi cara memasak yang salah bisa membuatnya semakin tidak sehat. Kandungan natrium tinggi, MSG, dan pengawet pada mi instan sudah cukup bikin was-was, apalagi jika ditambah kesalahan saat memasak.
Berikut 7 tips memasak mi instan yang sebaiknya dihindari, beserta alasannya berdasarkan saran ahli gizi dan kesehatan :
1. Memasak bumbu bersama mi saat direbus
Jangan campur bumbu langsung ke air rebusan saat mi masih mendidih. Suhu tinggi di atas 120°C bisa merusak nutrisi dan menghasilkan senyawa berbahaya dari MSG serta natrium. Sebaiknya taburkan bumbu setelah mi matang dan api dimatikan.
2. Menggunakan semua bumbu dalam kemasan
Paket bumbu mi instan penuh natrium dan MSG. Menggunakan semuanya bisa melebihi batas harian garam, meningkatkan risiko hipertensi dan masalaa jantung. Kurangi menjadi setengah atau seperempat saja untuk mengurangi asupan natrium.
3. Minum atau menggunakan air rebusan sebagai kuah
Air rebusan mi mengandung lilin (wax coating) dari proses penggorengan mi, serta residu pengawet. Membuat kuah dari air ini berarti menelan zat tambahan yang tidak perlu. Buang air rebusan dan ganti dengan air baru jika ingin berkuah.
4. Merebus mi terlalu lama hingga lembek
Overcooking membuat mi menyerap lebih banyak air dan kehilangan tekstur, tapi juga bisa meningkatkan indeks glikemik (gula darah naik cepat). Awasi waktu rebusan sesuai petunjuk, biasanya 2-4 menit saja.
5. Menggoreng mi instan tanpa membuang minyak penggorengan
Banyak yang menggoreng mi untuk variasi, tapi mi instan sudah digoreng saat produksi (mengandung lemak jenuh tinggi). Menggoreng lagi menambah kalori dan lemak trans, berisiko obesitas dan penyakit jantung.
6. Makan mi mentah atau setengah matang
Mi mentah sulit dicerna, bisa menyebabkan gangguan pencernaan, infeksi bakteri, hingga risiko kanker jangka panjang karena pengawet. Selalu masak hingga matang sempurna dengan air mendidih.
7. Memasak atau menyajikan mi dalam bungkus plastiknya
Beberapa orang merebus mi beserta plastiknya untuk praktis—ini sangat berbahaya! Panas tinggi bisa melelehkan plastik dan melepaskan zat kimia beracun ke makanan.
Dengan menghindari kesalahan ini, mi instan bisa jadi lebih aman dikonsumsi sesekali. Tambahkan sayur, telur, atau protein untuk nutrisi lebih baik. Ingat, mi instan bukan pengganti makanan utama—konsumsi secukupnya ya.