JAKARTA — Tenggorokan gatal disertai batuk memang bukan kondisi yang mengancam jiwa, namun kerap membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Ada sejumlah cara yang bisa dicoba untuk meredakannya, mulai dari bahan dapur sederhana hingga obat-obatan medis.
- 1. Air Hangat yang Menyejukkan
- 2. Wedang Jahe sebagai Andalan Herbal
- 3. Madu, Si Manis Pereda Gatal
- 4. Berkumur dengan Air Garam Hangat
- 5. Obat Antihistamin untuk Reaksi Alergi
- 6. Penghambat Leukotrien untuk Kasus Alergi Tertentu
- 7. Semprotan Kortikosteroid lewat Hidung
- 8. Pil Kortikosteroid untuk Kondisi yang Lebih Berat
Sebelum memilih cara mengatasinya, penting untuk mengenali terlebih dahulu apa yang menjadi pemicunya. Dilasnir dari Alodokter, alergi terhadap debu atau bulu hewan, infeksi saluran pernapasan seperti flu dan pilek, paparan asap rokok serta polusi udara, hingga konsumsi makanan pedas atau berminyak merupakan sejumlah penyebab penyakit ini.
Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meredakan tenggorokan gatal dan batuk, dilansir dari Alodokter:
1. Air Hangat yang Menyejukkan
Cara paling mudah dan murah adalah dengan memperbanyak konsumsi air hangat. Cairan hangat membantu menjaga kelembapan tenggorokan yang kering, sekaligus mengurangi rangsangan yang memicu batuk. Tenggorokan yang kering kerap menjadi biang kerok munculnya rasa gatal yang tak nyaman.
2. Wedang Jahe sebagai Andalan Herbal
Jahe sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal andalan untuk mengatasi gangguan tenggorokan. Kandungan di dalamnya dipercaya mampu mengencerkan dahak sekaligus menenangkan area tenggorokan yang meradang. Untuk membuatnya, rebus sekitar satu sentimeter jahe yang telah dimemarkan bersama segelas air selama 15 menit, kemudian saring sebelum diminum. Meski demikian, efektivitasnya dapat berbeda pada tiap orang, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
3. Madu, Si Manis Pereda Gatal
Madu juga termasuk bahan alami yang populer digunakan untuk meredakan tenggorokan gatal dan batuk. Satu sendok makan madu bisa langsung dikonsumsi atau dicampurkan ke dalam teh hangat untuk hasil yang lebih nyaman. Namun, perlu diingat bahwa madu tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia satu tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.
4. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Larutan garam hangat terbukti efektif menenangkan tenggorokan yang teriritasi sekaligus membantu mengencerkan lendir. Cukup larutkan setengah sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat berukuran sekitar 200 mililiter, lalu gunakan untuk berkumur beberapa saat.
5. Obat Antihistamin untuk Reaksi Alergi
Apabila tenggorokan gatal dan batuk dipicu oleh alergi, obat antihistamin seperti cetirizine, loratadine, atau diphenhydramine bisa menjadi pilihan. Obat ini bekerja dengan menghambat zat histamin yang menjadi pemicu gejala alergi. Penggunaannya tetap harus sesuai resep dan petunjuk dokter.
6. Penghambat Leukotrien untuk Kasus Alergi Tertentu
Leukotrien adalah senyawa alami dalam tubuh yang turut memicu reaksi alergi, termasuk tenggorokan gatal dan batuk. Obat penghambat leukotrien, seperti montelukast, dapat membantu mengatasi keluhan tersebut. Sama seperti antihistamin, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.
7. Semprotan Kortikosteroid lewat Hidung
Semprotan kortikosteroid yang disemprotkan melalui hidung terbukti mampu meredakan peradangan pada saluran napas bagian atas, termasuk tenggorokan. Hal ini dimungkinkan karena hidung dan tenggorokan saling terhubung secara anatomis. Meski cukup efektif, penggunaannya harus mengikuti anjuran dokter dan tidak boleh dilakukan sembarangan.
8. Pil Kortikosteroid untuk Kondisi yang Lebih Berat
Jika keluhan dinilai cukup parah atau tidak membaik dengan penanganan lain, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid dalam bentuk pil. Obat ini biasanya menjadi pilihan terakhir ketika berbagai cara lain belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Itulah delapan cara yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi tenggorokan gatal dan batuk. Meski, tidak terlalu berbahaya penyakit ini sangat menggangu kehidupan kita dan membuat kita sulit fokus saat bekerja. Oleh karena itu, penyakit ini harus diredakan sesegera mungkin. (ACH)