TEHERAN, IRAN – Pemerintah Iran kembali memperpanjang penutupan wilayah udaranya bagi sebagian besar penerbangan komersial pada Kamis (15/1/2026) pagi waktu setempat. Langkah ini dilakukan tanpa penjelasan resmi dari otoritas Iran, di tengah eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat akibat tindakan keras terhadap demonstrasi nasional yang dilaporkan telah menewaskan ratusan hingga ribuan orang.
Menurut data pelacakan penerbangan Flightradar24, wilayah udara Iran (Tehran FIR) ditutup secara mendadak mulai Rabu malam waktu setempat selama sedikit lebih dari dua jam. Penutupan ini hanya mengizinkan penerbangan internasional masuk dan keluar dengan izin khusus dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran (Iran CAA).
Penutupan awal tersebut kemudian diperpanjang hingga sekitar pukul 07.30 waktu Teheran, sebagaimana dilaporkan Associated Press melalui pemberitahuan kepada pilot (NOTAM).
Akibat kebijakan ini, sejumlah maskapai besar terpaksa mengalihkan rute penerbangan, membatalkan jadwal, atau mengalami keterlambatan signifikan demi menjaga keselamatan penumpang. Ruang udara di atas Iran dan Irak terpantau nyaris kosong dari lalu lintas pesawat sipil, dengan hanya sedikit penerbangan yang masih beroperasi.
Penutupan wilayah udara ini berlangsung di tengah gejolak protes nasional yang dipicu krisis ekonomi, penurunan nilai mata uang rial, serta tuntutan reformasi politik. Demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 telah berubah menjadi bentrokan berdarah antara aparat keamanan dan massa. Laporan organisasi hak asasi manusia menyebutkan ribuan korban jiwa serta gelombang penangkapan massal.
Kedutaan Besar Inggris di Teheran Ditutup Sementara
Di tengah situasi yang semakin tidak menentu, Inggris mengumumkan penutupan sementara Kedutaan Besarnya di Teheran. Operasional kedutaan kini dialihkan ke mode jarak jauh.
“Kami telah menutup sementara Kedutaan Besar Inggris di Teheran dan kini beroperasi dari jarak jauh. Saran perjalanan Kementerian Luar Negeri telah diperbarui untuk mencerminkan perubahan layanan konsuler ini,” ujar juru bicara pemerintah Inggris.
Keputusan tersebut diambil menyusul memburuknya situasi keamanan, termasuk ancaman Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan jika terjadi intervensi militer Washington.
Spanyol Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran
Spanyol juga mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warganya yang berada di Iran agar segera meninggalkan negara tersebut melalui sarana transportasi yang masih tersedia. Kementerian Luar Negeri Spanyol menegaskan bahwa situasi keamanan sangat tidak stabil, dengan risiko kematian dan penangkapan terhadap demonstran.
Warga Spanyol diminta untuk terus memantau komunikasi daring dari Kedutaan Besar Spanyol di Teheran, terutama setelah akses internet dipulihkan di tengah pemadaman internet massal yang diberlakukan pemerintah Iran.
Langkah-langkah pencegahan yang diambil sejumlah negara Barat ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap potensi eskalasi lebih lanjut, termasuk spekulasi mengenai kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Situasi di Iran terus dipantau secara ketat, dengan risiko gangguan penerbangan dan instabilitas regional yang semakin tinggi.