PADANG – Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana Sumatra Barat (Sumbar).
Pembangunan huntara ini didukung personel Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol guna menjawab kebutuhan tempat tinggal darurat yang aman dan layak.
Sejak Jumat (23/1), pengerjaan huntara dilakukan secara serentak di delapan titik dengan fokus percepatan struktur bangunan, pemasangan dinding.
Lalu penyempurnaan fasilitas dasar, hingga pembersihan area sehingga sebagian unit telah memasuki tahap akhir dan siap huni.
Lokasi pembangunan huntara meliputi Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota.
Serta Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman.
Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Nagari Puluik-Puluik Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan, Nagari Bungo Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar.
Kemudian Kapalo Koto Kecamatan Pauh Kota Padang, Nagari Katapiang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, dan Jorong Kubu Gadang Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan meliputi pemasangan rangka dan atap, penyelesaian pintu serta jendela, penataan lingkungan sekitar unit, hingga penyempurnaan bangunan yang di sejumlah lokasi telah berdiri utuh.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menegaskan percepatan pembangunan huntara ini dilakukan agar para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana.***