Raksasa ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan gerai Hypermart, menunjukkan geliat positif sepanjang tahun 2025. Di tengah persaingan pasar yang kian ketat, emiten ini berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh 1,9% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,11 triliun.
Strategi Rebranding yang Berbuah Manis
Peningkatan pendapatan ini bukan tanpa alasan. CEO MPPA, Adrian Suherman, menyoroti inisiatif rebranding yang diluncurkan pada 28 Agustus 2025 sebagai motor penggerak utama. Strategi ini berhasil meningkatkan laba kotor sebesar 2,8% menjadi Rp1,26 triliun, berkat penawaran produk yang lebih relevan dan bauran penjualan yang lebih cerdas.
“Respons positif terhadap inisiatif rebranding memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar Adrian dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (17/2/2026).
Tantangan di Balik Angka Rugi Bersih
Meski performa operasional inti menunjukkan ketahanan dengan laba operasi tetap positif di angka Rp26 miliar, MPPA masih harus menghadapi tantangan pada laba bersih. Perseroan mencatatkan kenaikan rugi bersih menjadi Rp152 miliar, dari Rp118,11 miliar di tahun sebelumnya.
Pembengkakan rugi ini disinyalir sebagai dampak dari beban non-operasional dan investasi besar-besaran yang dilakukan perseroan untuk memperkuat daya saing jangka panjang.
Fokus 2026: Efisiensi dan Ekspansi Digital
Menatap masa depan, MPPA tidak mengendurkan langkah. Perusahaan berkomitmen untuk tetap fokus pada strategi yang berorientasi pelanggan melalui:
-
Produk Segar & Harga Terjangkau: Memastikan kebutuhan keluarga selalu tersedia dengan harga kompetitif.
-
Penguatan Rantai Pasok: Memperbaiki eksekusi operasional agar gerai lebih produktif.
-
Ekspansi Selektif: Menargetkan wilayah-wilayah yang belum terjamah (underserved) serta memperkuat keterlibatan pelanggan melalui platform digital.
Dengan fundamental operasional yang kian solid, Hypermart kini berada di posisi yang strategis untuk menangkap peluang baru di sektor ritel modern Indonesia.