TEL AVIV, ISRAEL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan di media sosial akibat rumor kesehatan yang menyebar luas. Berbagai unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) mengklaim bahwa Netanyahu berada dalam kondisi kritis setelah didiagnosis menderita kanker darah baru-baru ini.
Salah satu postingan viral menyatakan, “PM Israel Netanyahu dalam kondisi kritis. Ia didiagnosis kanker darah kemarin.”
Rumor semacam ini telah beredar sejak minggu lalu dan memicu spekulasi di kalangan netizen. Namun, klaim tersebut tidak didukung bukti kredibel dari sumber resmi atau media terverifikasi.
Sebaliknya, laporan medis dari kantor Perdana Menteri yang dirilis pada Februari 2025, dan masih relevan hingga kini, menegaskan bahwa kondisi kesehatan Netanyahu secara keseluruhan prima.
Menurut dokumen yang dikutip The Jerusalem Post, parameter vital seperti kadar gula darah, kolesterol, serta tekanan darah berada dalam batas normal. Hasil tes laboratorium, termasuk fungsi hati dan ginjal, juga menunjukkan nilai normal tanpa indikasi kelainan serius seperti kanker darah atau leukemia.
Riwayat kesehatan Netanyahu mencakup pemasangan alat pacu jantung pada Juli 2023. Prof. Roy Beinart, Kepala Arrhythmia Institute di Sheba Medical Center, menyatakan bahwa kondisi jantung Netanyahu stabil dan tidak memerlukan perawatan selain pemeriksaan rutin, sebagaimana standar bagi pasien alat pacu jantung.
Pemeriksaan terakhir pada November 2024 mengonfirmasi alat pacu jantung berfungsi optimal, dan Netanyahu tidak bergantung padanya secara permanen.
Pada April 2024, Netanyahu menjalani operasi perbaikan hernia inguinalis kanan. Sebelum prosedur, pemindaian CT seluruh tubuh mendeteksi pembesaran prostat, batu kandung kemih kecil, serta kondisi obstruktif di kandung kemih yang sempat menyebabkan tonjolan di area kaki akibat penggunaan kateter urin.
Selain itu, Netanyahu rutin menjalani kolonoskopi untuk mendeteksi potensi pertumbuhan prakanker di usus besar, dengan hasil terbaru dinyatakan normal. Pada 29 Desember 2024, dilakukan pengangkatan kelenjar prostat menggunakan teknologi laser. Catatan medis menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat jinak, tanpa tanda keganasan.
Meski demikian, pascaoperasi Netanyahu sempat mengalami infeksi saluran kemih dan menjalani pengobatan antibiotik. Kantor Perdana Menteri secara tegas membantah rumor kanker, menekankan bahwa tidak ada bukti keganasan pada tes darah lengkap maupun pemeriksaan lainnya.
Rumor kesehatan serupa, termasuk tuduhan kanker prostat, telah berulang kali muncul dan selalu dibantah dengan data medis resmi. Hingga saat ini, Netanyahu terus menjalankan tugasnya tanpa indikasi gangguan kesehatan kritis seperti yang beredar di media sosial.
Publik diimbau untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber terpercaya guna menghindari penyebaran hoaks.