SEOUL – Ketegangan diplomatik antara Korea Selatan dan Rusia kembali memanas. Kedutaan Besar Rusia di Seoul memasang spanduk besar bertuliskan “Kemenangan akan jadi milik kita” jelang peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina.
Spanduk berukuran sekitar 15 meter itu terpampang di dinding gedung Kedubes Rusia di Distrik Jung-gu, Seoul, sejak Jumat (21/2). Tulisan dalam bahasa Rusia “Победа будет за нами” atau “Victory will be ours” itu merupakan slogan era Soviet yang kini digunakan Kremlin untuk membenarkan perang di Ukraina.
Tanggapan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) mengecam keras tindakan tersebut, menyebutnya sebagai langkah provokatif dan tidak pantas. Pemerintah Seoul telah meminta Kedutaan Rusia untuk segera menurunkan spanduk tersebut, namun Moskow belum menanggapi.
“Kami sudah menyampaikan protes resmi dan meminta agar spanduk dilepas,” kata pejabat Kemlu Korsel, dikutip media lokal. “Namun, sesuai Konvensi Wina, pemerintah tidak dapat mengambil tindakan langsung di wilayah kedutaan.”
Diplomat Eropa di Seoul juga menyampaikan kekhawatiran bahwa aksi ini dapat memperburuk sentimen publik dan mempertinggi ketegangan di kawasan.
Serangkaian Manuver Rusia di Seoul
Pemasangan spanduk ini menambah daftar aksi manuver Rusia di Seoul dalam beberapa pekan terakhir. Pada 11 Februari, Duta Besar Rusia Georgy Zinoviev memuji “kontribusi tentara Korea Utara” dalam membantu pasukan Rusia di wilayah Kursk.
Pernyataan itu menuai kecaman, mengingat Korea Utara adalah musuh utama Korsel. Selain itu, Kedutaan Rusia juga dikabarkan berencana menggelar acara publik pada 25 Februari untuk memperingati invasi Rusia ke Ukraina, sama seperti tahun lalu saat kedutaan menggelar “peringatan operasi militer khusus”.
Hubungan Rusia dan Korea Selatan Memburuk
Ketegangan ini memperburuk hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara. Rusia memperingatkan akan melakukan tindakan balasan asimetris jika Korea Selatan bergabung dengan program bantuan NATO untuk Ukraina.
Meski pemerintah Seoul menegaskan bantuannya bersifat non-lethal atau bukan senjata mematikan, Moskow tetap menganggap Korea Selatan sebagai negara tidak bersahabat. Data menunjukkan nilai perdagangan kedua negara jatuh dari 21,1 miliar dolar AS pada 2021 menjadi 10,9 miliar dolar AS pada 2024.