JAKARTA – Warga Palestina di Gaza kini menghadapi ancaman baru di tengah keterbatasan pasokan makanan dan obat-obatan: kelangkaan oli mesin, suku cadang, dan bensi. Dampak berantai dari krisis ini meluas ke berbagai sektor, mulai dari produksi roti, pasokan air, hingga layanan darurat.
Pada akhir pekan, rumah sakit al-Aqsa Martyrs di Gaza tengah memperingatkan potensi bencana kesehatan akibat kerusakan generator listrik. “Kami mengirimkan panggilan darurat setelah generator kecil yang kami andalkan untuk mendukung operasional ruang operasi bedah di pagi hari berhenti bekerja,” ujar direktur rumah sakit, Dr. Raed Hussein, dilansir The Guardian, Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa pemeliharaan yang dilakukan hanyalah solusi sementara karena Gaza kekurangan suku cadang.
Dinas pertahanan sipil Gaza juga memperingatkan operasi pemadam kebakaran dan penyelamatan berisiko terhenti sepenuhnya. Tiga kendaraan pemadam dan dua ambulans rusak akibat kekurangan suku cadang serta pembatasan masuknya peralatan.
Harga oli mesin melonjak drastis, dari 25 shekel menjadi sekitar 2.200 shekel per liter. “Saat ini kami memiliki tujuh mobil yang telah kami perbaiki sepenuhnya, tetapi mobil-mobil itu tetap tidak dapat digunakan karena tidak ada oli mesin yang tersedia,” kata Rafiq Hamouda, mekanik di Deir al-Balah.
Krisis transportasi semakin memperburuk kondisi warga. “Sekitar dua bulan lalu, suami saya terluka dalam kecelakaan lalu lintas… Saya sering harus mendorong suami saya di kursi roda sepanjang jalan ke rumah sakit sambil menggendong bayi saya,” ungkap Heba Qahman, seorang ibu lima anak.
Selain itu, sektor air dan sanitasi juga terdampak. UNICEF melaporkan produksi air dari pabrik desalinasi menurun, memperburuk akses air bersih. “Air sekarang hanya sampai kepada kami sekitar sekali setiap dua hari dan dalam jumlah terbatas,” kata Walaa Sarsour dari Beit Lahiya.
Krisis energi turut melumpuhkan toko roti. “Beberapa toko roti berhenti beroperasi karena kehabisan oli mesin dan tidak mampu membelinya dengan harga seperti sekarang,” ujar Abdel Nasser Al-Ajrami, kepala Asosiasi Pemilik Toko Roti Gaza.
Dengan Israel membatasi pasokan bahan bakar sejak Oktober 2023, banyak keluarga terpaksa bergantung pada kayu bakar atau bahkan sampah plastik untuk memasak. “Sekarang kami bergantung pada api unggun untuk memasak… kami terpaksa mencari alternatif lain, termasuk mengumpulkan sampah yang bisa dibakar dari jalanan,” kata Qahman.