JAKARTA — Di era media sosial yang serba cepat sekarang ini, banyak orang merasa punya kedekatan khusus dengan idola favorit, entah itu artis K-pop, selebriti tanah air, influencer, atau bahkan karakter fiksi. Fenomena ini disebut hubungan parasosial atau parasocial relationship. Hubungan ini bersifat satu arah, di mana penggemar merasa terikat emosional, tapi idola tidak tahu apa-apa.
Berdasarkan artikel dari Alodokter dan Halodoc, berikut 5 fakta utama yang perlu dipahami agar bisa menikmati hobi menggemari idola dengan lebih sehat:
1.Ikatan Emosional Satu Arah Lewat Media
Fenomena ini terjadi ketika seseorang merasa punya hubungan dekat dan intim dengan tokoh publik, padahal hubungan itu hanya ada di pikiran penggemar. Hubungan parasosial muncul karena paparan media berulang, seperti menonton video, membaca postingan, atau mengikuti story di Instagram dan TikTok. Penggemar bisa merasa seolah-olah mengenal idola secara personal, meski idola tidak pernah mengenal mereka. Fenomana ini bisa dikatakan sebagai ikatan psikologis unilateral, di mana penggemar menginvestasikan waktu, energi, dan emosi tanpa timbal balik.
2. Marak Karena Media Sosial dan Konten Digital
Dulu hubungan parasosial lebih banyak terjadi lewat televisi, tapi sekarang media sosial membuatnya terasa lebih nyata. Konten digital harian dari idola, seperti vlog pribadi atau live streaming, dapat menciptakan ilusi kedekatan. Penggemar sering merasa seperti berteman karena melihat sisi “asli” idola, meskipun semuanya sudah dikurasi.
3. Ada Dampak Positifnya
Banyak manfaat yang bisa didapat dari hubungan parasosial jika dikelola dengan baik. Idola bisa menjadi sumber motivasi dan inspirasi, misalnya mengikuti gaya hidup sehat atau pola makan idola untuk mencapai tujuan pribadi. Selain itu, bergabung dengan komunitas penggemar membuka kesempatan bertemu orang baru di dunia nyata, sehingga mengurangi rasa kesepian. Hubungan ini juga bisa meningkatkan kepercayaan diri karena merasa punya support system dari idola, serta menjadi hiburan yang menyenangkan untuk mengalihkan stres atau kebosanan.
4. Menjadi Negatif Bila Berlebihan
Jika tidak terkendali, hubungan ini bisa menimbulkan masalah. Terdapat risiko ketergantungan emosional, di mana kebahagiaan terlalu bergantung pada idola, sehingga muncul rasa cemburu atau kecewa berlebihan ketika idola punya kehidupan pribadi. Hubungan parasosial berlebihan bisa menyebabkan perbandingan diri yang tidak sehat, obsesi, atau bahkan celebrity worship syndrome yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Penggemar mungkin jadi posesif atau punya harapan tidak realistis terhadap idola.
5. Cara Mengelola Hubungan Parasosial
Kuncinya adalah keseimbangan. Pembatasan waktu untuk mengonsumsi konten idola diperlukan dan seseorang perlu mengingatkan diri bahwa apa yang terlihat hanyalah highlight terbaik, bukan kehidupan nyata sepenuhnya. Alihkan energi ke hubungan nyata dengan keluarga, teman, atau hobi lain. Jika mulai mengganggu aktivitas, pekerjaan, atau kesehatan mental, jangan ragu mencari bantuan profesional. Dengan begitu, kamu bisa tetap menikmati dukungan emosional dari idola tanpa kehilangan pegangan pada realitas.