JAKARTA — Minuman boba atau bubble tea masih menjadi pilihan populer di tengah masyarakat, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Rasa manis yang dominan, dipadukan dengan tekstur kenyal bola tapioka, membuat minuman ini digemari dan mudah dijumpai di berbagai sudut kota. Meski kerap dianggap sekadar pelepas dahaga atau teman bersantai, konsumsi terhadap minuman ini terlalu sering ternyata dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan.
Berdasarkan rangkuman informasi kesehatan dari Alodokter dan Halodoc, terdapat setidaknya enam bahaya yang patut diwaspadai dari kebiasaan mengonsumsi minuman boba secara berlebihan:
1. Tingginya Kandungan Gula
Sebagian besar minuman boba dibuat dengan tambahan gula dalam jumlah besar untuk memperkuat rasa. Asupan gula yang berlebihan, jika terjadi terus-menerus, dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, seperti obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan pada jantung.
2. Berat Badan Naik
Boba mengandung kalori yang cukup tinggi, terutama dari kombinasi gula dan susu. Tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai, konsumsi boba secara rutin dapat menyebabkan penumpukan kalori dan berdampak pada peningkatan berat badan.
3. Sistem Pencernaan Terganggu
Boba berasal dari tepung tapioka, yang bagi sebagian orang tergolong sulit dicerna. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti perut terasa penuh, kembung, nyeri, hingga konstipasi.
4. Kurangnya Nutrisi
Minuman boba kerap dikonsumsi sebagai pengganti makanan ringan atau camilan. Padahal, minuman ini tidak mengandung nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, tubuh berisiko mengalami kekurangan zat gizi yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.
5. Terpapar Bahan Tambahan Makanan
Beberapa produk boba menggunakan zat tambahan seperti pewarna, perasa buatan, maupun pengawet. Konsumsi bahan-bahan tersebut secara terus-menerus dalam jangka panjang berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
6. Kesehatan Gigi Terganggu
Bubble tea pada dasarnya merupakan campuran teh, susu, dan gula yang disajikan dingin. Meski susu memiliki manfaat bagi gigi, kandungan gula serta bahan tambahan lain justru dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Gula yang menempel di permukaan gigi dapat diolah oleh bakteri di dalam mulut menjadi zat asam. Asam tersebut kemudian mengikis lapisan email gigi dan berpotensi menyebabkan gigi berlubang, terutama jika kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga dengan baik.