Momen Hari Raya Iduladha selalu identik dengan melimpahnya stok daging kurban di dapur. Saking banyaknya, tidak jarang sebagian daging harus disimpan di kulkas sebagai stok makanan jangka panjang.
Namun, menyimpan daging kurban tidak boleh asal cemplung ke dalam kulkas. Penanganan yang keliru justru bisa memicu ledakan bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.
Mhd. Aldrian, seorang sarjana gizi lulusan Universitas Andalas, membagikan panduan taktis mengenai 8 langkah menyimpan daging kurban yang benar agar kualitasnya tetap terjaga, higienis, dan tahan lama:
1. Stop Membiarkan Daging “Nongkrong” di Suhu Ruang
Banyak orang menunda merapikan daging karena sibuk membagi porsi atau pergi membeli bumbu dapur. Padahal, suhu ruang adalah surga bagi bakteri untuk berkembang biak secara eksponensial. Batas aman daging berada di suhu ruang maksimal hanya 2 jam saja setelah diterima. Lebih dari itu, bakteri siap mengintai.
2. Pisahkan Kasta Daging dan Jeroan
Jangan pernah menyatukan daging dengan jeroan dalam satu wadah! Jeroan (terutama jeroan hijau seperti usus dan babat) memiliki tingkat kontaminasi kotoran yang sangat tinggi karena terhubung langsung dengan saluran pencernaan hewan.
Tips Tambahan: Drh. Ira Firgorita dari Kementan menyarankan agar jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum disimpan atau dibagikan demi mematikan kuman.
3. Haram Cuci Daging Bersih, Cukup Lap Pakai Tisu
Refleks pertama kita biasanya langsung mencuci seluruh daging kurban di bawah air mengalir. Ternyata, ini salah kaprah! Daging yang datang dalam kondisi bersih dan kering tidak perlu dicuci karena air justru bisa menyebarkan bakteri ke pori-pori daging.
-
Kecuali: Jika daging terkena tanah, rumput, atau bulu, barulah dicuci dengan air mengalir. Setelah itu, wajib ditiriskan dan dikeringkan menggunakan tisu dapur untuk mengurangi kelembapan.
4. Ritual Cuci Tangan 20 Detik & Pisahkan Talenan
Tangan dan peralatan dapur adalah kurir utama perpindahan bakteri (kontaminasi silang). Pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik sebelum dan sesudah memegang daging mentah. Selain itu, gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk daging mentah dan bahan makanan matang atau sayuran.
5. Gunakan Wadah Tertutup Berlabel Food Grade
Simpan daging dalam wadah transparan yang rapat dan memiliki sertifikasi food grade. Wadah jenis ini aman dari partikel kimia berbahaya, sekaligus mencegah aroma menyengat dan tetesan darah daging mencemari makanan lain (seperti buah atau kue) di dalam kulkas.
6. Terapkan Metode “Porsi Sekali Masak”
Jangan membekukan daging dalam satu bongkahan raksasa. Menurut Retno Anggrina dari BPOM, mencairkan (thawing) lalu membekukan kembali sisa daging yang tidak jadi dimasak akan mengundang bakteri baru.
-
Solusinya: Potong-potong daging dan bagi ke dalam wadah kecil berukuran pas untuk sekali masak. Jadi, saat ingin memasak, Anda cukup mengambil satu wadah kecil tanpa mengganggu stok lainnya.
7. Pasang Label Tanggal (Prinsip FIFO)
Biar tidak bingung dan lupa mana daging stok lama dan baru, tempelkan stiker label tanggal penyimpanan di setiap wadah. Gunakan prinsip FIFO (First In, First Out): daging yang masuk duluan ke dalam freezer, harus dikeluarkan dan dimasak duluan.
8. Setel Suhu Kulkas dengan Tepat
Suhu adalah kunci utama untuk menidurkan bakteri pada daging segar.
-
Chiller (Suhu ±4°C): Gunakan jika daging berencana dimasak dalam waktu 1 hingga 2 hari ke depan.
-
Freezer (Suhu minus 18°C atau lebih rendah): Gunakan untuk penyimpanan jangka panjang. Suhu beku ekstrem ini mampu mempertahankan kualitas daging hingga berbulan-bulan.