Kelezatan kuliner instan Indonesia kembali mendapat pengakuan di panggung internasional. Lembaga pemeringkat Smarter Ranking baru saja merilis daftar mi instan terbaik di dunia untuk tahun 2026. Hasilnya, produk legendaris Indomie Mi Goreng sukses bertengger di jajaran elite teratas, bersaing ketat dengan raksasa mi instan dari Korea Selatan dan Jepang.
Pemeringkatan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Smarter Ranking menggunakan sistem penilaian komprehensif bertajuk Taste Score v2026. Komponen penilaian mencakup kelezatan rasa, tekstur mi, keterjangkauan harga, kemudahan didapat, hingga akumulasi reputasi dari situs pengulas kuliner dunia seperti The Ramen Rater, Sporked, dan The Kitchn.
Berikut adalah potret 7 besar mi instan terbaik di dunia versi Smarter Ranking 2026:
-
Nongshim Shin Ramyun (Korea Selatan) – Skor: 89
-
Indomie Mi Goreng (Indonesia) – Skor: 87
-
Samyang Buldak (Korea Selatan) – Skor: 86
-
Nongshim Chapagetti (Korea Selatan) – Skor: 85
-
Sapporo Ichiban (Jepang) – Skor: 83
-
Nissin Cup Noodles (Jepang) – Skor: 81
-
Maruchan Ramen (Amerika Serikat) – Skor: 78
Alasan Indomie Begitu Dicintai Dunia
Meskipun daftar ini didominasi oleh ramen berkuah khas Korea Selatan dan Jepang, Indomie Mi Goreng berhasil menyodok ke urutan kedua berkat profil rasanya yang unik dan otentik.
“Perpaduan minyak bumbu yang manis, gurih, sedikit pedas, ditambah taburan bawang goreng yang renyah, serta tekstur mi yang kenyal dengan harga yang sangat murah,” tulis Smarter Ranking dalam ulasan resminya.
Mari kita bedah perolehan poin detail yang diraih Indomie Mi Goreng:
-
Cita Rasa: 31 dari total 35 poin.
-
Tekstur Mi: 23 dari total 25 poin.
-
Keterjangkauan Harga: 23 dari total 25 poin.
-
Reputasi & Ulasan Global: 9 dari total 10 poin.
Sebagai pembanding, posisi puncak ditempati oleh Nongshim Shin Ramyun asal Korea Selatan yang legendaris dengan karakter kuah kaldu pedasnya yang kental, kaya rasa, serta mi tebal yang kenyal optimal saat dimasak.
Peringatan Kesehatan: Tetap Batasi Konsumsi
Meskipun mencetak prestasi yang membanggakan di dunia kuliner, kita harus tetap bijak. Mi instan bukanlah jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi setiap hari secara terus-menerus.
Melansir data kesehatan dari Healthline, walau mi instan mengandung sedikit nutrisi makro seperti zat besi, vitamin B, dan mangan, makanan olahan ini sangat minim serat, protein, serta vitamin penting lainnya.
Kandungan natrium (garam) yang tinggi, bahan pengawet, dan penggunaan MSG yang berlebihan dapat memicu berbagai risiko kesehatan jangka panjang, seperti sindrom metabolik, kanker lambung, hingga penyakit jantung. Demi menjaga tubuh tetap bugar, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi mi instan maksimal satu hingga dua bungkus saja per minggu dan mengutamakan konsumsi makanan segar (whole foods).