Ambisi Meta untuk merajai teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif harus membentur tembok tebal. Raksasa teknologi ini resmi menghentikan fitur pembuatan gambar berbasis AI teranyar mereka, Muse Image, hanya berselang empat hari setelah diluncurkan secara global. Langkah penarikan kilat (take down) ini dipicu oleh gelombang kritik tajam dan protes meluas terkait pelanggaran privasi pengguna.
“Niat awal kami adalah menyediakan alat kreatif yang bermanfaat sekaligus memberikan kendali kepada pengguna atas pemanfaatan konten publik mereka. Namun, kami menerima banyak masukan bahwa fitur ini meleset dari sasaran. Oleh karena itu, fitur ini tidak lagi tersedia,” tulis pernyataan resmi Meta pada Sabtu (11/7/2026), seperti dikutip dari Reuters.
Sebagai informasi, Muse Image pertama kali diperkenalkan pada Selasa (7/7/2026) sebagai model generator gambar perdana dari Meta Superintelligence Labs. Fitur canggih yang terintegrasi langsung di dalam chatbot Meta AI ini sejatinya memungkinkan pengguna mengubah foto pribadi menjadi input AI, hingga mengedit hasil gambar hanya lewat coretan sketsa sederhana.
Boikot Hollywood Atas Skandal ‘Pencurian’ Foto Otomatis
Titik krusial yang memantik kemarahan publik terletak pada sumber data yang digunakan oleh Muse Image. Model AI ini kedapatan memanfaatkan unggahan foto dari akun-akun Instagram publik untuk melatih dan menghasilkan gambar baru. Sialnya, Meta menerapkan status keanggotaan aktif secara otomatis (default opt-in) tanpa meminta persetujuan eksplisit terlebih dahulu dari para pemilik akun.
Kondisi ini langsung memicu reaksi keras dari industri hiburan. Aktris peraih piala Emmy, Hannah Einbinder, yang melejit lewat serial “Hacks”, menjadi salah satu tokoh yang vokal menyuarakan protes di akun Instagram pribadinya. Ia mengecam taktik senyap Meta dan menyerukan gerakan massal agar pengguna lain segera mematikan fitur tersebut secara manual.
Kemenangan Serikat Pekerja Kreatif
Tekanan terhadap perusahaan induk Facebook dan Instagram ini kian memuncak ketika SAG-AFTRA, serikat pekerja yang menaungi para aktor dan profesional media di Amerika Serikat, turun tangan. Pada Kamis (9/7/2026), mereka secara resmi mendesak seluruh anggotanya dan masyarakat luas untuk memboikot fitur tersebut.
“Kebijakan apa pun di luar mekanisme persetujuan yang jelas dan transparan (clear opt-in) untuk penggunaan gambar milik pengguna Instagram seperti ini adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima,” tegas pihak SAG-AFTRA dalam sebuah pernyataan tertulis.
Merespons keputusan menyerah dari Meta, SAG-AFTRA menyambut baik langkah taktis tersebut. Juru bicara serikat menilai penghentian operasional Muse Image sebagai tindakan yang bertanggung jawab. Pasalnya, potensi bahaya dari replikasi aset digital tanpa izin (consent) sudah terbukti merugikan banyak pekerja kreatif.
Kasus Muse Image ini menjadi bukti nyata bahwa tuntutan publik semakin besar terhadap korporasi teknologi global untuk memberikan transparansi penuh mengenai bagaimana data privasi warga dunia maya digunakan dalam pengembangan AI.