JAKARTA – Hari Raya Iduladha identik dengan berbagai hidangan berbahan dasar daging, mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng.
Tidak sedikit orang yang “kalap” menikmati sajian tersebut karena hanya hadir setahun sekali.
Namun, konsumsi daging merah secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, terutama jika diolah dengan santan dan minyak berlebih.
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan hormon dan sel.
Akan tetapi, kadar kolesterol jahat atau LDL yang terlalu tinggi bisa memicu gangguan kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
Karena itu, penting untuk tetap menjaga pola makan selama perayaan Idul Adha agar tubuh tetap sehat tanpa harus menghindari daging sepenuhnya.
Perubahan pola makan dan konsumsi makanan tinggi serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Oat, gandum utuh, sayuran, buah, hingga kacang-kacangan menjadi pilihan yang baik setelah mengonsumsi daging merah.
Batasi Porsi Daging
Salah satu langkah paling penting adalah mengontrol jumlah daging yang dikonsumsi.
Ahli gizi menyarankan konsumsi daging sekitar 50-100 gram per sekali makan.
Jika memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, porsinya sebaiknya lebih sedikit dan memilih bagian daging tanpa lemak.
Makan daging dalam jumlah besar sekaligus dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan kalori.
Apalagi jika dikonsumsi beberapa hari berturut-turut tanpa diimbangi makanan sehat lainnya.
Karena itu, cobalah membagi konsumsi daging secara bertahap dan selingi dengan menu berbahan ikan, tahu, atau tempe.
Hindari Jeroan dan Lemak Berlebih
Selain membatasi porsi, pemilihan bagian daging juga penting. Jeroan seperti hati, usus, paru, dan otak diketahui memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Begitu pula bagian daging yang banyak lemak.
Penderita kolesterol tinggi untuk menghindari jeroan dan memilih cara pengolahan yang lebih sehat.
Jika ingin memasak daging, sebaiknya gunakan metode merebus, memanggang, atau membuat sup dibanding menggoreng.
Penggunaan santan berlebihan juga perlu dibatasi karena mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Perbanyak Sayur dan Buah
Kebiasaan yang sering terjadi saat Idul Adha adalah terlalu banyak makan daging hingga lupa mengonsumsi sayur dan buah.
Padahal, kandungan serat pada sayuran dan buah membantu mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh.
Beberapa jenis buah seperti apel, pir, jeruk, dan pepaya dikenal mengandung serat larut air yang membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal.
Sayuran seperti brokoli, wortel, dan mentimun juga baik dikonsumsi sebagai pendamping hidangan daging.
Selain menambah serat, buah dan sayur juga kaya vitamin serta antioksidan yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Konsumsi Pendamping Alami seperti Bawang dan Lemon
Belakangan, banyak orang percaya bahwa bawang dan lemon dapat membantu “menetralkan” kolesterol setelah makan daging.
Secara medis, makanan tersebut memang tidak langsung menghilangkan kolesterol dalam tubuh secara instan.
Namun, kandungan tertentu di dalamnya dapat membantu menjaga kesehatan metabolisme lemak.
Bawang putih misalnya, mengandung senyawa allicin yang dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.
Sementara lemon kaya vitamin C dan antioksidan yang baik untuk kesehatan pembuluh darah.
Tak heran jika acar berisi mentimun, bawang, dan wortel sering disajikan bersama sate.
Kandungan serat dan antioksidannya membantu menyeimbangkan asupan lemak dari daging.
Meski begitu, pola makan sehat secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama.
Mengonsumsi bawang atau lemon saja tidak cukup jika tetap makan berlebihan dan jarang berolahraga.
Minum Air dan Teh Tanpa Gula
Setelah menyantap makanan tinggi lemak, tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar metabolisme berjalan baik.
Air putih menjadi pilihan terbaik untuk membantu proses pencernaan.
Selain itu, teh tanpa gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung flavonoid dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung.
Antioksidan membantu mengurangi oksidasi kolesterol jahat dalam pembuluh darah.
Sebaiknya hindari minuman manis berlebihan karena dapat meningkatkan asupan gula dan kalori yang justru memperburuk kondisi metabolisme tubuh.
Tetap Aktif Bergerak
Tidak hanya pola makan, aktivitas fisik juga sangat penting untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Setelah menikmati hidangan Idul Adha, usahakan tubuh tetap aktif dengan berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.
Aktivitas fisik membantu membakar kalori sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Jangan Lupa Istirahat dan Cek Kesehatan
Kurang tidur dan stres juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Karena itu, penting untuk menjaga waktu istirahat selama libur Idul Adha.
Bagi yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, pemeriksaan kesehatan rutin juga perlu dilakukan. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, risiko komplikasi dapat dicegah.
Pada akhirnya, menikmati hidangan daging saat Idul Adha sebenarnya tidak masalah selama dilakukan dengan bijak.
Kunci utamanya adalah mengontrol porsi, memilih cara masak yang sehat, memperbanyak serat, dan tetap aktif bergerak.
Dengan pola hidup seimbang, momen kebersamaan saat Idul Adha tetap bisa dinikmati tanpa khawatir kolesterol melonjak. (FB)