Jika layar Google Anda tiba-tiba dipenuhi hujan hati dengan gambar bayi monyet viral Punch yang beterbangan, jangan bingung—Anda tidak sendirian. Kata kunci “Punch The Monkey” tengah menjadi tren global, mengubah halaman pencarian Google yang kaku menjadi sebuah persembahan manis untuk sensasi internet terbaru: seekor bayi monyet asal Jepang berusia tujuh bulan bernama Punch.
Siapa pun yang mengetik frasa tersebut akan disambut dengan animasi ajaib: deretan hati bergaya grafiti yang jatuh menari-nari di layar. Fitur kejutan ini tidak hanya menghibur pengguna di seluruh dunia, tetapi juga memperkuat cinta kolektif netizen terhadap monyet makaka kecil tersebut.
Siapakah Punch? Bayi Monyet yang “Dibuang” Ibunya
Lahir pada Juli 2025 di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang, bayi monyet bernama asli Panchi-kun ini memiliki kisah awal yang memilukan. Sesaat setelah lahir, ia ditelantarkan oleh ibunya sendiri. Beruntung, seorang pengunjung yang jeli melaporkan situasi ini kepada staf kebun binatang.
Normalnya, bayi monyet akan memeluk erat ibunya untuk merasa aman dan membangun kekuatan otot. Karena kehilangan sosok ibu, Punch sempat mengalami trauma dan rasa tidak aman.
Sahabat Oranye dari IKEA
Penjaga kebun binatang, Kosuke Shikano, bercerita kepada Reuters bahwa timnya mencoba berbagai benda untuk memberikan kenyamanan bagi Punch—mulai dari gulungan handuk hingga berbagai mainan mewah. Pilihan akhirnya jatuh pada boneka orangutan oranye bermata besar dari IKEA.
“Boneka ini memiliki bulu yang relatif panjang dan banyak bagian yang mudah digenggam,” kata Shikano. “Kami pikir kemiripannya dengan monyet sungguhan akan membantu Punch berintegrasi kembali dengan kelompoknya nanti.”
Sejak saat itu, Punch hampir tidak pernah terlihat tanpa sahabat bonekanya. Meski ukuran boneka itu lebih besar darinya, Punch selalu menyeretnya ke mana-mana. Pemandangan mengharukan inilah yang membuat ribuan orang membanjiri kebun binatang dan jutaan lainnya jatuh cinta di dunia maya.
Fenomena Global: Dari Google hingga Kepolisian Mumbai
Fitur Easter Egg Google ini—yang dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 10 juta likes terkait tren ini—merupakan cara unik raksasa teknologi tersebut merayakan kasih sayang netizen. Jika biasanya Google membuat fitur khusus untuk promosi film atau game, kali ini mereka melakukannya murni untuk merefleksikan empati manusia.
Kepopuleran Punch bahkan merambah ke kampanye layanan publik. Kepolisian Mumbai di India ikut menggunakan tren ini untuk mempromosikan layanan darurat 112 dengan tagar #JustPunchIn112. Mereka mengaitkan pencarian Punch akan rasa aman dengan pesan bahwa bantuan darurat selalu tersedia bagi warga hanya dengan menekan angka di ponsel.
Punch telah membuktikan bahwa di tengah hiruk-pikuk internet, sebuah kisah tentang bayi monyet kecil dan boneka oranyenya mampu menyatukan hati orang-orang dari Tokyo hingga New York.