JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan negara tidak akan meninggalkan keluarga 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur dalam insiden latihan di Cisarua, Bandung Barat, beberapa waktu lalu.
Pada Kamis pekan lalu, dalam upacara penyerahan bantuan di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Agus menegaskan komitmennya untuk mengawal masa depan para ahli waris agar tetap sejahtera dan mendapat perhatian penuh dari negara.
Menurut Panglima TNI, perhatian terbesar diarahkan kepada pendidikan dan kesejahteraan anak-anak para prajurit, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden sudah menyampaikan kepada saya untuk mengurus keluarganya,” kata Panglima.
Ia juga menegaskan dukungannya bagi anak-anak prajurit yang ingin mengikuti jejak orang tuanya sebagai abdi negara.
“Anak-anaknya harus dicatat dan dibimbing. Jika ingin masuk TNI, jangan dipersulit.”
Dalam suasana yang penuh haru, Agus Subiyanto menyampaikan duka cita mendalam sembari menyebut para prajurit yang gugur sebagai pahlawan sejati.
“Atas nama keluarga besar TNI, saya mengucapkan duka cita yang mendalam kepada prajurit-prajurit terbaik yang gugur di medan latihan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar keluarga tetap tegar menghadapi cobaan serta terus menanamkan nilai pendidikan dan akhlak mulia kepada anak-anak mereka agar tumbuh menjadi generasi yang membanggakan bangsa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, Komandan Korps Marinir Mayjen Endi Supardi, dan pendakwah Adi Hidayat, yang bersama-sama menyerahkan bantuan simbolis bagi keluarga korban.
Pemberian bantuan itu menjadi bukti nyata kepedulian institusi militer terhadap keluarga prajurit yang gugur akibat tanah longsor saat menjalankan tugas latihan.
Komitmen ini sekaligus menegaskan peran Panglima TNI bukan hanya sebagai pemimpin militer, melainkan juga pelindung bagi keluarga besar TNI.***