JAKARTA – Kontroversi internasional mencuat setelah sebuah video memperlihatkan tindakan rasis terhadap penonton asal Korea di stadion pertandingan Piala Dunia 2026.
Ulises Fernando Bernal Miramontes, presiden Asosiasi Surveyor dan Insinyur Geoteknik Jalisco (CITGEJ), yang teridentifikasi sebagai pelaku, akhirnya kehilangan jabatannya.
Video yang dirilis YouTuber Korea, Inonyang, merekam seorang pria di tribun melakukan gerakan menarik mata dengan jari telunjuk setelah laga Korea Selatan melawan Republik Ceko. Gerakan ‘mata sipit’ tersebut dikenal sebagai simbol rasisme terhadap orang Asia. Tayangan itu cepat menyebar di media sosial dan memicu kritik keras, baik dari netizen internasional maupun masyarakat lokal Meksiko.
Dilansir mydaily, Minggu (14/6/2026), CITGEJ kemudian menggelar rapat Komite Kehormatan dan Keadilan, dan memutuskan mencopot Bernal dari posisinya. Dalam pernyataan resmi, asosiasi menyampaikan, “Kami sangat menyesali insiden ini.”
Profesor Seo Kyung-duk turut mengecam lewat media sosial, menyebutnya sebagai “tindakan rasisme yang mewakili orang Asia.” Ia menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak bisa ditoleransi di ajang Piala Dunia yang menjadi tontonan global.
FIFA sendiri menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk diskriminasi dan rasisme dalam kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia.