Kabar gembira bagi warga yang berencana menghabiskan masa libur Lebaran di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mengumumkan bahwa seluruh layanan transportasi umum unggulan Jakarta akan digratiskan selama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kebijakan ini mencakup moda transportasi favorit warga seperti Transjakarta, MRT, dan LRT. Langkah berani ini diambil untuk memanjakan mobilitas warga sekaligus memutar arus narasi agar masyarakat lebih memilih menikmati keindahan Jakarta daripada terjebak kemacetan mudik atau berbelanja ke luar negeri.
‘Mudik ke Jakarta’: Rayakan Lebaran Tanpa Ongkos
“Pada saat Idulfitri nanti, kami akan menggratiskan seluruh transportasi yang ada di Jakarta,” ujar Pramono saat meninjau kawasan Bundaran HI, Jumat (27/2/2026).
Kebijakan ini merupakan bagian dari megaproyek Jakarta Ramadan Festival yang mengusung tema unik: ‘Mudik ke Jakarta’. Pemprov DKI berambisi menjadikan Jakarta sebagai rumah yang nyaman dengan fasilitas lengkap bagi siapa saja, termasuk bagi para pendatang yang mengunjungi sanak saudara di ibu kota saat hari raya.
“Daripada macet-macet di jalan atau belanja jauh-jauh ke luar negeri, lebih baik tinggal di Jakarta. Jakarta menyediakan segalanya,” tambah Pramono dengan optimis.
Tetap Peduli Pemudik: 690 Bus Siap Berangkat
Meski gencar mempromosikan wisata dalam kota, Pemprov DKI tetap tidak melupakan warga yang rindu kampung halaman. Bagi mereka yang memilih pulang ke daerah asal, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur mudik yang matang.
Sebanyak 690 unit bus telah disiapkan dalam program mudik gratis tahun ini, dengan kapasitas daya angkut mencapai 26.500 pemudik ke berbagai penjuru daerah tujuan.
Pramono menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memastikan layanan transportasi dan sistem pengamanan berjalan optimal tanpa celah. Dengan pengalaman Jakarta dalam mengelola berbagai event besar berskala internasional, ia yakin suasana Lebaran tahun ini akan berjalan lancar dan aman.
“Untuk keamanan, kami pasti akan lakukan semaksimal mungkin. Jakarta sudah sangat berpengalaman mengelola keramaian besar,” pungkasnya.