NEW YORK, AS – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengeluarkan kecaman keras terhadap eskalasi militer terbaru yang mengguncang kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi yang dirilis dari markas besar PBB di New York pada Sabtu (28/2/2025), Guterres menyoroti serangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta menyerukan penghentian segera permusuhan demi mencegah bencana kemanusiaan yang lebih luas.
“Saya mengutuk eskalasi militer yang terjadi hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tindakan balasan Iran di seluruh kawasan, merusak perdamaian dan keamanan internasional,” tegas Guterres dalam pernyataannya.
Menurut Guterres, seluruh negara anggota PBB memiliki kewajiban yang mengikat untuk menghormati hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia mengingatkan bahwa piagam tersebut secara eksplisit melarang “ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara, atau dengan cara apa pun yang tidak sejalan dengan Tujuan-Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Guterres meminta semua pihak kembali ke Meja Perundingan adalah Satu-Satunya Jalan
Di tengah meningkatnya ketegangan, Guterres mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan de-eskalasi.
Ia memperingatkan bahwa kegagalan dalam meredakan situasi berisiko memicu konflik regional berskala besar, yang dampaknya akan sangat menghancurkan bagi warga sipil dan stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
“Saya menyerukan semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan,” ujar Guterres, seraya menambahkan bahwa tidak ada alternatif yang layak selain penyelesaian damai dalam setiap sengketa internasional.
Guterres kembali menegaskan bahwa penyelesaian damai harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB, yang menjadi fondasi utama dalam memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
Rentetan Serangan Memicu Status Darurat
Peringatan keras dari pimpinan tertinggi PBB ini menyusul rentetan serangan yang terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat. Kementerian Pertahanan Israel mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan terhadap Iran dan langsung menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.
Tak lama setelah itu, situasi semakin memanas ketika Amerika Serikat juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran, baik dari udara maupun laut. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat AS kepada Reuters pada hari yang sama, menambah daftar panjang eskalasi yang mengkhawatirkan di kawasan tersebut.