JAKARTA – Israel pada Sabtu mengumumkan penutupan seluruh perbatasan di wilayah Palestina, berlaku mulai Minggu (1/3/2026) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini diambil di tengah operasi militer gabungan AS-Isreal terhadap Iran.
Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT).
“Sebagai kesimpulan dari penilaian situasi, dan menyusul operasi yang diluncurkan oleh tentara Israel dan Amerika (terhadap Iran), diputuskan untuk menutup semua penyeberangan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, termasuk penyeberangan Rafah, mulai besok dan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan itu, dilansir dari Hurriyet Daily News, Minggu (1/3/2026).
Penutupan berlaku bagi seluruh warga Palestina, kecuali mereka yang memegang izin “pekerja vital”. Meski demikian, COGAT tidak merinci perbatasan mana saja yang tetap terbuka untuk kategori tersebut. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa penutupan jalur Gaza “tidak akan memengaruhi situasi kemanusiaan” di wilayah tersebut.
Sebelumnya, ledakan besar terdengar di sejumlah wilayah Tepi Barat setelah sirene peringatan berbunyi di permukiman Israel. Juru bicara kepolisian Palestina, Luay Arziqat, menyebut pecahan rudal jatuh di empat lokasi berbeda, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.
AS-Israel Kompak Serang Iran
Pada Sabtu pagi, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran dengan klaim untuk menghilangkan “ancaman” dari “rezim” Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan AS di kawasan tersebut.
Israel kemudian menetapkan “keadaan darurat khusus dan mendesak” di seluruh negeri. Iran menegaskan akan memberikan “tanggapan keras” atas agresi tersebut.