Musim MotoGP 2026 dibuka dengan sebuah pernyataan tegas dari Aprilia. Marco Bezzecchi tampil sangat dominan dari awal hingga akhir untuk mengklaim kemenangan telak di GP Thailand, Minggu (1/3). Sementara itu, raksasa Bologna, Ducati, harus menelan pil pahit karena gagal meraih podium untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.
Dominasi Tanpa Celah Bezzecchi
Belajar dari kegagalannya di sesi sprint Sabtu kemarin, Bezzecchi tampil sempurna di balapan utama. Memulai dari pole position, pembalap asal Italia ini langsung memimpin sejak tikungan pertama dan tak pernah sekalipun melepaskan posisinya.
Ia melintasi garis finis dengan keunggulan 5,5 detik, mencatatkan kemenangan karier ketujuh sekaligus kemenangan ketiga berturut-turut (termasuk dua seri terakhir musim 2025).
Di awal balapan, Aprilia langsung menunjukkan taringnya. Raul Fernandez (Trackhouse) berhasil menyalip Marc Marquez di Tikungan 7, membuat dua motor RS-GP memimpin barisan depan.
Saat Bezzecchi dan Fernandez mulai menjauh, pertarungan sengit memperebutkan posisi ketiga terjadi antara Marc Marquez, Jorge Martin, dan Pedro Acosta.
Drama Ban dan Runtuhnya Rekor Ducati
Drama paling mengejutkan terjadi saat balapan menyisakan tujuh putaran. Juara bertahan Marc Marquez, yang sedang menempel ketat barisan depan, mengalami kegagalan ban belakang yang spektakuler di Tikungan 6 yang sangat cepat.
Ban belakang GP26 miliknya terkelupas dari pelek (delaminated), memaksa Sang “Alien” untuk menyudahi balapan lebih awal.
Nasib sial Marquez menjadi berkah bagi Raul Fernandez. Meski mulai melambat karena masalah fisik, Fernandez berhasil mempertahankan posisi ketiga dan meraih podium terakhir di belakang Pedro Acosta yang tampil impresif di posisi kedua.
Kegagalan Marquez dan performa kurang menggigit dari Francesco Bagnaia (yang hanya finis di posisi ke-9) membuat Ducati resmi mengakhiri rentetan podium mereka yang telah bertahan sejak GP Inggris 2021.
Pesta Besar Aprilia
Hari itu benar-benar menjadi milik Aprilia. Selain kemenangan Bezzecchi dan podium Fernandez, Jorge Martin finis solid di posisi keempat.
Kejutan luar biasa datang dari pembalap Trackhouse lainnya, Ai Ogura, yang melakukan comeback fantastis dari luar 10 besar untuk finis di posisi kelima. Hasil ini menempatkan empat motor Aprilia di jajaran lima besar.
Pembalap Ducati terbaik adalah Fabio di Giannantonio dari tim VR46 yang finis di posisi keenam, diikuti oleh Brad Binder (KTM) dan Franco Morbidelli.
| Pembalap | Waktu / gap | poin |
|---|---|---|
|
|
39:36.270 | 25 |
|
|
+5.543 | 20 |
|
|
+9.259 | 16 |
|
|
+12.182 | 13 |
|
|
+12.411 | 11 |
|
|
+16.845 | 10 |
|
|
+17.363 | 9 |
|
|
+18.227 | 8 |
|
|
+18.340 | 7 |
|
|
+19.101 | 6 |
|
|
+19.903 | 5 |
|
|
+23.386 | 4 |
|
|
+24.686 | 3 |
|
|
+30.823 | 2 |
|
|
+32.955 | 1 |
|
|
+36.545 | |
|
|
+39.194 | |
|
|
+47.848 | |
|
|
+63.598 | |
|
|
23 Laps | |
|
|
21 Laps | |
|
|
20 Laps |