Beckham Putra membuktikan bahwa pendidikan tidak boleh kalah oleh profesi. Winger berusia 24 tahun ini resmi diwisuda dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Unjani, setelah berjuang membagi waktu antara sesi latihan, pertandingan away, dan bimbingan skripsi.
Bagi Beckham, meraih gelar sarjana adalah sebuah tantangan mental yang tak kalah berat dengan partai final. Ia harus tetap fokus menyusun skripsi yang meneliti tentang kebijakan di kecamatan tempat tinggalnya, sembari menjaga kondisi fisiknya tetap prima di bawah arahan pelatih Persib dan Timnas.
“Alhamdulillah, wisuda hari ini berjalan lancar. Ini penantian panjang bagi saya. Tidak mudah membagi waktu di tengah kesibukan sebagai pemain sepak bola profesional,” ungkap Beckham dengan sumringah, Rabu (15/4).
Skripsi di Sela-sela Pertandingan
Beckham menceritakan bahwa komunikasi intensif dengan dosen pembimbing menjadi kunci keberhasilannya. Saat harus terbang keluar kota untuk melakoni laga tandang, ia tetap menyisihkan waktu untuk mengerjakan revisi skripsinya secara daring.
Tak puas hanya sampai di sini, adik kandung Gian Zola ini sudah memasang target baru: melanjutkan studi ke jenjang S2. Ia berharap langkahnya ini bisa memotivasi atlet-atlet lain agar tidak mengabaikan pendidikan formal.
Menariknya, kebahagiaan Beckham juga dirasakan oleh Bupati Bandung, Jeje Ritchie Ismail. Di hari yang sama, Jeje juga resmi diwisuda dari jurusan yang sama dengan Beckham. Jika Beckham meneliti tentang wilayah tempat tinggalnya, Jeje menyusun skripsi terkait kebijakan penanganan bencana di Bandung Barat.