JAKARTA – Kesempatan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) kini semakin terbuka bagi para penghafal Al-Qur’an.
Sejumlah kampuss menghadirkan jalur seleksi khusus tahfiz sebagai alternatif selain jalur umum, dengan hafalan Al-Qur’an dijadikan nilai tambah dalam proses penerimaan.
Dalam seleksi, calon mahasiswa tidak hanya melampirkan sertifikat tahfiz, tetapi juga diuji untuk memastikan kesesuaian hafalan.
Berikut daftar 10 PTN yang membuka jalur khusus penghafal Al-Qur’an:
- Universitas Sebelas Maret (UNS) – Jalur SNBP, syarat minimal hafalan 15 juz dengan sertifikat tahfiz.
- Universitas Diponegoro (Undip) – Jalur SBUB, syarat hafalan 20 juz untuk seluruh program studi.
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Jalur Seleksi Prestasi Sarjana, syarat hafalan 30 juz dengan surat keterangan resmi.
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) – Jalur prestasi keagamaan, syarat hafalan minimal 10 juz, dilengkapi tes online dan wawancara.
- Institut Pertanian Bogor (IPB) – Jalur PIN, hafalan 15–29 juz setara olimpiade nasional, 30 juz setara olimpiade internasional.
- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) – Jalur prestasi non-lomba, syarat hafalan minimal 10 juz.
- Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) – Jalur SEMA, syarat hafalan minimal 20 juz dengan sertifikat resmi, disertai tes ulang hafalan.
- Universitas Padjadjaran (Unpad) – Jalur SMUP prestasi, syarat prestasi MTQ dan hafalan Al-Qur’an, dengan ketentuan umum SNBT-UTBK.
- Universitas Andalas (Unand) – Jalur SIMA Prestasi non-lomba, syarat sertifikat hafalan minimal 10 juz yang dilegalisir.
- Universitas Syiah Kuala (USK) – Jalur Seleksi Talenta Berprestasi, syarat sertifikat hafalan 30 juz dari lembaga resmi.
Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap penghafal Al-Qur’an sekaligus upaya integrasi ilmu agama dan ilmu umum pada perguruan tinggi.