JAKARTA – Cesc Fàbregas menegaskan penolakannya untuk menjadi pelatih kepala Italy national football team meski namanya sempat masuk dalam daftar kandidat kuat dalam proses restrukturisasi tim nasional.
Keputusan tersebut muncul di tengah performa impresifnya bersama Como 1907 di kompetisi Serie A yang membuatnya dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Fàbregas menilai pekerjaan sebagai pelatih tim nasional tidak cocok dengan ritme kariernya saat ini karena adanya jeda panjang antar pertandingan internasional.
Ia menyampaikan bahwa situasi tersebut membuatnya kurang tertantang secara intensif meski memahami besarnya tekanan terhadap Italia yang gagal lolos Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir.
Dalam pernyataannya kepada EFE, Fàbregas mengatakan, “Saya tidak akan menyebutnya membosankan, tetapi ada banyak waktu kosong di antara jeda internasional,” dikutip dari World Soccer Talk, Rabu.
Ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap Italia sangat wajar karena performa buruk dalam beberapa tahun terakhir yang berdampak pada ekspektasi publik.
Di usia 38 tahun, Fàbregas dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling progresif karena mampu mengembangkan talenta tanpa dukungan skuad bintang.
Pendekatan taktisnya bersama Como membuat klub tersebut menjadi salah satu kejutan menarik di Serie A musim ini.
Proyek Como juga diperkuat dengan peran Fàbregas sebagai pemegang saham klub yang membuatnya memiliki keterikatan emosional yang kuat.
Ia menambahkan, “Saya sangat bahagia di Como dan berharap bisa terus melanjutkan proyek ini karena saya sangat terikat dengan kota dan tim ini.”
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC dikabarkan masih lebih memprioritaskan nama-nama berpengalaman seperti Massimiliano Allegri, Roberto Mancini, dan Antonio Conte.
Namun pendekatan tersebut dinilai kurang mendukung regenerasi pemain muda yang tengah dibutuhkan Italia untuk masa depan.
Nama Fàbregas sebelumnya dianggap ideal karena dinilai mampu mendorong perkembangan pemain muda seperti Francesco Camarda.
Ia juga disebut bisa menjadi faktor penting untuk meyakinkan pemain muda lain seperti Nicolò Tresoldi agar bergabung ke proyek Timnas Italia.
Sementara itu, rumor lain menyebut Arsenal sempat mempertimbangkan Fàbregas sebagai opsi masa depan di tengah ketidakpastian posisi Mikel Arteta.
Meski demikian, Fàbregas menegaskan bahwa dirinya masih sangat nyaman bersama Como dan tidak ingin terburu-buru mengejar proyek lain.
Ia juga menyebut bahwa terlalu fokus pada masa depan justru bisa mengganggu stabilitas karier yang sedang ia bangun saat ini.
Ke depan, Como diperkirakan menghadapi tantangan besar apabila Real Madrid berupaya memulangkan Nico Paz yang menjadi salah satu pemain kunci tim.
Situasi tersebut berpotensi memaksa Como melakukan penyesuaian skuad untuk menjaga ambisi mereka di kompetisi Eropa.***