JAKARTA – Sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di dekat Al Jahra, Kuwait, di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat tersebut jatuh di sebelah barat Al Jahra, dengan asap putih membubung di langit.
Baik pilot maupun petugas sistem persenjataan berhasil melontarkan diri. Video memperlihatkan salah satu kru turun menggunakan parasut sebelum dibawa warga setempat ke kendaraan sipil dan kemudian diserahkan kepada otoritas Kuwait. Lokasi jatuhnya pesawat dikonfirmasi berada di koordinat sekitar 29.343545, 47.645204, menurut analisis independen.
Penyebab kecelakaan belum diketahui, apakah akibat kerusakan teknis atau tembakan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang AS maupun Kuwait.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan sirene serangan udara yang berbunyi di seluruh Kuwait. Kedutaan Besar AS di Kuwait mengeluarkan imbauan darurat kepada warganya. “Ancaman serangan rudal dan UAV terus berlanjut di atas Kuwait. Jangan datang ke Kedutaan. Berlindunglah di tempat tinggal Anda di lantai terendah yang tersedia dan jauhi jendela. Jangan keluar rumah,” tulis Departemen Urusan Konsuler AS, dilansir dari turkiyetoday, Senin (2/3/2026).
Pernyataan itu menambahkan bahwa personel Kedutaan Besar AS sedang berlindung di tempat masing-masing dan mendesak warga untuk meninjau rencana keamanan jika terjadi serangan.