TEHERAN, IRAN – Teheran melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) setelah kapal kargo berbendera Iran disita di perairan Teluk Oman. Pasukan Iran disebut mengerahkan sejumlah drone untuk menyerang beberapa kapal milik AS pada Minggu (19/4) waktu setempat.
Serangan itu terjadi tak lama setelah kapal perang AS mencegat dan mengambil alih kapal kontainer TOUSKA. Iran menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dua pekan yang sebelumnya dimediasi Pakistan.
Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan drone-drone Iran diluncurkan setelah pasukan AS menaiki kapal TOUSKA di Teluk Oman. Namun, laporan tersebut tidak merinci apakah sasaran serangan merupakan kapal militer atau kapal komersial Amerika.
Pemerintah Iran sebelumnya telah mengonfirmasi penyitaan kapal kargo tersebut dan memperingatkan akan memberikan respons dalam waktu dekat.
Teheran menuduh langkah AS melanggar kesepakatan penghentian sementara konflik yang mulai berlaku sejak 7 April lalu. Menurut Iran, gencatan senjata itu seharusnya masih berjalan ketika insiden penyitaan terjadi.
Kantor berita Fars News Agency juga mengutip pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, yang menuding AS sengaja menargetkan kapal tersebut sebelum menaikinya.
Iran menyebut kapal itu lebih dulu dilumpuhkan melalui gangguan sistem navigasi sebelum pasukan AS naik ke atas kapal.
Berdasarkan data pelacakan pelayaran, kapal TOUSKA diketahui berangkat dari Port Klang, Malaysia, pada 12 April dan disebut sedang menuju Bandar Abbas, Iran.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengecam keras tindakan Washington dan menyebut operasi tersebut sebagai pembajakan di laut.
“Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya,” ujar Zolfaghari.
Ia juga menuduh AS mengerahkan personel marinir untuk mengambil alih kapal kargo tersebut.
“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera merespons dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” tegasnya.
Di sisi lain, insiden itu pertama kali diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama. Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi Komando Pusat AS (CENTCOM), yang membawahi operasi militer Washington di kawasan Timur Tengah.
CENTCOM menyatakan kapal perang USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran yang disebut berusaha menembus blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman.
Menurut militer AS, kapal tersebut kini berada dalam penahanan dan diarahkan setelah diduga tengah berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas.
CENTCOM juga merilis rekaman video yang memperlihatkan kapal perang AS memberikan peringatan kepada kapal kargo itu sebelum melepaskan tembakan.
Insiden terbaru ini memperburuk ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk Oman.