JAKARTA – TNI Angkatan Laut (AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Malaka yang belakangan menjadi sorotan publik. Kapal tersebut sempat dikaitkan dengan isu operasi pemburuan kapal tanker Iran di kawasan Indo-Pasifik.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem Automatic Identification System (AIS), kapal perang AS USS Miguel Keith terdeteksi berada di perairan timur Belawan, Sumatera Utara, pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Berdasarkan hasil pantauan perangkat Automatic Identification System (AIS) Publish memang benar USS Miguel Keith termonitor pada AIS pada pukul 15.00 WIB di perairan timur Belawan dengan haluan ke arah barat laut dengan kecepatan 13,1 knots,” ujar Tunggul dalam keterangannya, Minggu (20/4/2026).
Menurut Tunggul, keberadaan kapal perang tersebut merupakan bagian dari aktivitas pelayaran internasional yang sah dan sesuai ketentuan hukum laut internasional.
Ia menjelaskan, USS Miguel Keith sedang melaksanakan hak lintas transit (transit passage) saat melewati Selat Malaka, sebagaimana diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
“Kapal perang AS tersebut sedang melaksanakan pelayaran yaitu Hak Lintas Transit (Transit Passage) sesuai Pasal 37, 38, dan 39 UNCLOS 1982 dengan melintas di Selat Malaka yang merupakan strait used for international navigation atau selat yang digunakan untuk pelayaran internasional yang menghubungkan laut bebas atau ZEE,” jelasnya.
Selat Malaka Jalur Strategis Dunia
Selat Malaka dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Perairan ini menjadi penghubung penting antara Samudra Hindia dan Laut China Selatan serta dilintasi ribuan kapal dagang dan militer setiap tahun.
Karena statusnya sebagai jalur navigasi internasional, kapal asing, termasuk kapal perang, memiliki hak lintas transit sepanjang mematuhi aturan internasional dan tidak mengganggu keamanan negara pantai.
Isu Operasi Pemburuan Tanker Iran
Meski membenarkan keberadaan kapal perang AS tersebut, TNI AL tidak memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai spekulasi bahwa perlintasan itu berkaitan dengan operasi militer khusus.
Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan bahwa militer AS berencana memperluas operasi pemburuan kapal tanker yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran hingga kawasan Indo-Pasifik, termasuk sekitar Selat Malaka.
Laporan itu mengutip pernyataan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine yang menyebut Washington akan meningkatkan aktivitas pencegahan maritim terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam pengangkutan minyak ilegal.
TNI AL Terus Pantau Perairan Nasional
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap lalu lintas kapal asing di kawasan strategis, TNI AL menegaskan pemantauan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah perairan Indonesia terus dilakukan secara ketat melalui sistem pengawasan maritim.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran yang melintas tetap sesuai hukum internasional serta tidak mengganggu kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia.