Jagat maya sempat dihebohkan oleh beredarnya video tayangan televisi Amerika Selatan yang memperlihatkan skuad Timnas Uzbekistan digeledah secara intensif oleh pihak keamanan bersenjata yang dibantu anjing pelacak. Insiden ini terjadi sesaat setelah rombongan turun dari bus menjelang laga uji coba melawan Belanda awal pekan ini.
Menanggapi rumor liar dan tuduhan miring yang telanjur bertebaran di media sosial, pelatih kepala Uzbekistan sekaligus legenda sepak bola Italia, Fabio Cannavaro, langsung pasang badan untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.
“Saya melihat foto-foto di halaman depan surat kabar yang menunjukkan pemeriksaan yang kami jalani sebagai anggota tim nasional Uzbekistan. Saya juga melihat judul-judul berita yang menyesatkan, jadi saya ingin meluruskan hal ini,” tulis Cannavaro melalui akun media sosial resminya.
Bongkar Fakta Lapangan: Protokol VVIP yang Salah Paham
Mantan pemenang Ballon d’Or itu menegaskan bahwa penggeledahan ketat di Amerika Serikat tersebut sama sekali bukan bentuk diskriminasi atau perlakuan buruk yang sengaja menargetkan timnya. Menurut Cannavaro, publik hanya salah paham melihat proses logistik tim elit.
Timnas Piala Dunia tidak melewati terminal bandara seperti penumpang biasa, melainkan langsung dijemput bus khusus di landasan pacu. Proses pemeriksaan dokumen dan barang bawaan yang biasanya dilakukan di dalam gedung terminal, terpaksa dipindahkan langsung ke area landasan pacu.
Protokol pemeriksaan ketat juga berlaku saat tim berada di hotel sebelum berangkat maupun ketika baru tiba di lokasi stadion.
“Jadi tidak ada skandal. Tidak ada perlakuan yang merendahkan atau tidak sopan. Pemeriksaan yang dilalui para penumpang biasa di terminal, kami jalani langsung di landasan pacu. Persis sama. Itu prosedur standar,” tambah mantan bek tangguh kelahiran Napoli tersebut.
Puji Kesiapan Tuan Rumah, Uzbekistan Siap Cetak Sejarah
Alih-alih merasa kesal atau terganggu dengan sistem pengamanan berlapis khas Amerika Utara yang sangat ketat, juru taktik berusia 52 tahun ini justru melayangkan pujian tinggi bagi pihak panitia penyelenggara.
“Kenyataannya, kami menilai organisasinya sangat rapi. Sejujurnya, kami merasa penyelenggaraannya sempurna,” puji Cannavaro mematahkan segala spekulasi negatif.
Klarifikasi matang dari Cannavaro ini berhasil meredam ketegangan luar lapangan, sehingga fokus anak asuhnya sama sekali tidak terganggu. Saat ini, Uzbekistan tengah bersiap menghadapi debut bersejarah mereka di putaran final Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Serigala Putih ini tergabung dalam Grup K dan siap bertempur melawan kekuatan besar seperti Portugal, Republik Demokratik Kongo, dan Kolombia.