BIRMINGHAM – Pasangan ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil membuka langkah positif di ajang All England 2026.
Bermain di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB, Tiwi/Fadia itu tampil solid dan menyingkirkan wakil Taiwan Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan pada babak 32 besar dengan kemenangan dua gim langsung 21-16, 22-20.
Keberhasilan ini membuat Tiwi/Fadia melaju ke babak 16 besar sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk terus bersaing di turnamen legendaris yang selalu menjadi tolok ukur kekuatan bulu tangkis dunia tersebut.
Tiwi/Fadia menyusul pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang sebelumnya mengalahkan wakil Ukraina Febriana Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr 19-21, 21-15, 21-19.
Tiwi/Fadia Pilih Bermain Lepas
Usai pertandingan, Fadia mengungkapkan bahwa mereka memilih tampil tanpa tekanan dan menikmati setiap laga yang dijalani di turnamen ini.
“Kami ingin enjoy di sini,” kata Fadia usai pertandingan babak 32 besar di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis dini hari WIB.
Menurut Fadia, atmosfer kompetisi tahun ini terasa berbeda dibanding edisi sebelumnya karena mereka akhirnya dapat bertanding dalam kondisi yang lebih siap secara fisik maupun mental.
Ia menyebut pada beberapa edisi terdahulu sering muncul kendala yang menghambat performa mereka di lapangan.
“Ada rasa excited tahun ini karena tahun-tahun sebelumnya ada saja kendalanya. Sekarang alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera,” ujarnya.
Gim Pertama Stabil, Gim Kedua Sempat Tertekan
Dalam duel pembuka tersebut, Tiwi/Fadia mampu mengendalikan jalannya gim pertama sejak awal pertandingan.
Permainan cepat dan kontrol reli yang rapi membuat pasangan Indonesia terus menjaga keunggulan hingga akhirnya menutup gim pertama dengan skor 21-16.
Namun situasi berubah pada gim kedua ketika pasangan Taiwan mulai menemukan ritme permainan dan memberikan tekanan lebih agresif.
Tiwi/Fadia bahkan sempat tertinggal pada interval setelah kesulitan menyesuaikan tempo permainan lawan.
“Tadi di gim kedua kami terlalu mengikuti pola permainan lawan, jadi terburu-buru dan banyak mati sendiri,” kata Fadia.
Perubahan Strategi Jadi Kunci Kebangkitan
Dalam kondisi tertinggal cukup jauh, Tiwi/Fadia berusaha mengubah pendekatan permainan agar kembali menemukan pola yang lebih nyaman.
Tiwi menjelaskan bahwa mereka mencoba mengambil inisiatif serangan sekaligus mengembalikan ritme permainan seperti pada gim pertama.
Strategi tersebut perlahan membuahkan hasil hingga mereka mampu mengejar ketertinggalan dan memastikan kemenangan dramatis di akhir gim kedua.
“Setelah tertinggal cukup jauh, kami coba ubah pola permainan dan kembali ke permainan awal. Harapannya bisa bermain maksimal di setiap pertandingan, kalau hasil pasti akan mengikuti,” ujar Tiwi.
Tantangan Berat Menanti di Babak 16 Besar
Langkah Tiwi/Fadia di All England Open 2026 selanjutnya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.
Pada babak 16 besar mereka dijadwalkan bertemu unggulan kelima asal Jepang, pasangan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto yang sebelumnya menang meyakinkan atas wakil Malaysia Ong Xin Yee/Carmen Ting dengan skor 21-17, 21-8.
Ini akan menjadi laga perdana bagi kedua pasangan dengan posisi peringkat dunia BWF yang terpaut jauh dimana Tiwi/Fadia posisi ke-78 sementara Jepang di posisi ke-6.
Duel tersebut diprediksi menjadi ujian penting bagi konsistensi permainan Tiwi/Fadia dalam menjaga momentum kemenangan di salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender bulu tangkis internasional.
Dengan pendekatan bermain lepas dan fokus pada performa di lapangan, pasangan Indonesia itu berharap mampu tampil stabil serta melanjutkan perjalanan mereka di turnamen bersejarah tersebut.***