JAKARTA – Mata belekan merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Meski umumnya kondisi ini normal, belekan yang muncul terus menerus, disertai rasa perih, tekstur kental, serta berwarna kuning atua hijau, dapat menjadi indikasi adanya infeksi mata yang perlu diwaspadai.
Apa Itu Belekan?
Belekan terjadi ketika sudut mata dipenuhi lendir atau cairan mengental. Cairan ini diproduksi tubuh secara alami untuk membersihkan mata dari debu dan kotoran. Dalam jumlah sedikit, belek menandakan mata bekerja dengan baik. Namun, jika jumlahnya berlebihan, lengket, berubah warna, dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Penyebab Mata Belekan Terus-Menerus
- Infeksi bakteri atau virus. Konjungtivitis atau “mata merah” menjadi salah satu penyebab utama. Gejalanya meliputi mata merah, rasa perih, belek kental berwarna kuning atau hijau, serta kelopak mata yang menempel saat bangun tidur. Infeksi ini bersifat menular, sehingga kebersihan tangan sangat penting.
- Alergi. Jika belekan disertai gatal, berair, dan berwarna bening, kemungkinan besar dipicu oleh alergi debu, bulu hewan, atau serbuk bunga.
- Iritasi mata. Paparan asap rokok, polusi, atau penggunaan layar berlebihan dapat membuat mata kering dan memicu produksi cairan berlebih.
- Saluran air mata tersumbat. Ditandai dengan belekan hanya pada satu mata akibat aliran air mata yang tidak normal.
- Penggunaan lensa kontak. Softlens yang tidak steril atau dipakai terlalu lama bisa menimbulkan infeksi kornea, ditandai dengan belekan, rasa perih, silau, dan penglihatan buram.
Cara Mengatasi
Membersihkan mata dengan kapas bersih dan air hangat, menjaga kebersihan tangan, menghindari menggosok mata, mengurangi paparan layar dan polusi, serta menghentikan penggunaan lensa kontak sementara waktu dapat membantu meredakan gejala.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter mata jika belekan berwarna kuning atau hijau, disertai mata bengkak, nyeri, penglihatan buram, sensitivitas terhadap cahaya, atau tidak kunjung hilang lebih dari tiga hari. Dokter akan memastikan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai.