SARASOTA, AS – Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Tim Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih gelar Grand Champion pada ajang bergengsi International RoboBoat Competition 2026 yang digelar di Nathan Benderson Park, Sarasota, Florida, Amerika Serikat. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing bahkan unggul di tingkat dunia.
Kompetisi yang berlangsung pada 19-24 Februari 2026 tersebut mempertemukan 36 tim dari 10 negara yang terdiri dari berbagai universitas ternama dunia. Para peserta ditantang untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan kapal robot otonom atau Autonomous Surface Vehicle (ASV) yang mampu menjalankan berbagai misi secara mandiri di perairan tanpa dikendalikan langsung oleh manusia.
Dalam kompetisi tersebut, tim Barunastra ITS tampil sangat impresif dengan mengandalkan kapal otonom bernama Nala Ares Mark II. Berkat performa teknologi yang unggul, kapal ini berhasil membawa tim Indonesia meraih Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report. Raihan tersebut sekaligus memastikan Barunastra ITS menjadi Grand Champion dalam kompetisi tersebut.
Ketua tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya, menjelaskan bahwa perjalanan menuju kemenangan tersebut tidaklah mudah. Seluruh anggota tim harus melewati proses panjang yang melibatkan riset, pengujian teknologi, serta kerja sama tim yang intensif. Menurutnya, berbagai pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran menjadi bagian penting dari proses pengembangan kapal otonom tersebut.
Kompetisi RoboBoat sendiri dikenal sebagai salah satu ajang teknologi maritim paling bergengsi bagi mahasiswa di dunia. Dalam perlombaan ini, kapal otonom yang dibuat oleh peserta harus mampu menyelesaikan berbagai misi kompleks seperti navigasi otomatis, penghindaran rintangan, pemindaian area, hingga simulasi operasi penyelamatan di perairan.
Pada edisi tahun 2026, kompetisi mengangkat tema “Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief”. Tema ini menantang peserta untuk menciptakan teknologi kapal otonom yang mampu membantu penanganan situasi pascabencana di wilayah perairan. Kapal harus dapat menavigasi jalur evakuasi, menghindari puing berbahaya, serta mengirimkan logistik secara presisi tanpa intervensi langsung dari manusia.
Nala Ares Mark II yang dikembangkan oleh tim Barunastra ITS dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Kapal ini dilengkapi dengan sistem navigasi cerdas, sensor untuk mendeteksi objek di perairan, serta algoritma pengambilan keputusan adaptif yang memungkinkan kapal bermanuver secara mandiri. Integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak yang matang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tim dalam kompetisi tersebut.
Selain itu, dokumentasi desain yang komprehensif serta arsitektur perangkat lunak yang kuat juga menjadi nilai tambah bagi tim Barunastra ITS. Para juri menilai sistem yang dirancang mampu memberikan solusi inovatif dalam pengembangan teknologi kapal otonom untuk berbagai kebutuhan, termasuk industri maritim dan penanganan bencana.
Keikutsertaan universitas-universitas ternama dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology semakin menegaskan tingkat persaingan yang sangat ketat dalam kompetisi tersebut. Namun, tim Barunastra ITS mampu membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan peserta dari negara lain.
Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan dan riset di Indonesia. Keberhasilan tim Barunastra ITS tidak hanya menunjukkan keunggulan di bidang robotika maritim, tetapi juga memperlihatkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menciptakan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat global.
Ke depan, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti di Indonesia untuk terus mengembangkan teknologi berbasis riset dan inovasi. Dengan dukungan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, serta pemerintah, teknologi karya anak bangsa diyakini mampu memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan industri maritim di masa depan.
Keberhasilan Barunastra ITS di ajang RoboBoat 2026 menjadi bukti nyata bahwa teknologi anak bangsa mampu bersaing dan bahkan memimpin di tingkat internasional, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.