JAKARTA – Sejumlah negara Asia mulai mengevakuasi warganya dari Timur Tengah menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kantor berita Xinhua yang dilansir Anadolu melaporkan, Sabtu (7/3/2026), lebih dari 260 warga China telah menyebrang ke Azerbaijan melalui rencana evakuasi yang dikoordinasikan Kedutaan Besar China di Iran.
Korea Selatan juga melakukan langkah serupa. Sebanyak 65 warganya dipindahkan dari Qatar ke Arab Saudi, sementara 41 lainnya meninggalkan Yordania dengan penerbangan komersial yang difasilitasi Kedutaan Korsel di Amman. Sisanya dievakuasi dari Kuwait, Bahrain, Israel, dan Irak menuju negara-negara tetangga.
Yonhap News menyebut Korsel berencana menyewa pesawat berkapasitas 290 kursi dari Etihad Airways untuk membawa pulang warga yang terjebak di Uni Emirat Arab (UEA) melalui Abu Dhabi pada Minggu. Kementerian Luar Negeri Korsel memperkirakan sekitar 3.000 warganya masih tertahan di UEA akibat gangguan penerbangan.
Sementara itu, pemerintah Australia meminta warganya di Timur Tengah untuk segera meninggalkan kawasan dengan memanfaatkan penerbangan komersial yang tersedia.
Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, personel militer, serta beberapa kota di Israel.