Raksasa otomotif Tiongkok, BYD, dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan untuk terjun ke dunia Formula 1. Menurut laporan Bloomberg, langkah ini dipertimbangkan guna mendongkrak daya tarik merek mereka di kancah global melalui ekspansi ke dunia motorsport.
Selain F1, Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) juga menjadi opsi yang masuk dalam radar BYD. Strateginya bisa berupa membangun tim sendiri sebagai kontestan ke-12 di grid, atau mengakuisisi sebagian saham tim yang sudah ada.
Namun, biaya masuk F1 yang selangit disebut menjadi “hambatan signifikan” bagi perusahaan yang baru saja menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik nomor satu dunia tersebut.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, sebelumnya telah menyatakan bahwa kehadiran tim dari Tiongkok akan sangat disambut baik.
“Jika ada tawaran dari Tiongkok, saya yakin FOM akan setuju karena ini demi keberlangsungan bisnis,” ujarnya.
Daya Tarik Regulasi 2026
Regulasi mesin baru 2026 yang menerapkan pembagian daya hampir 50-50 antara bahan bakar dan tenaga listrik menjadi magnet utama bagi pabrikan seperti Audi, Cadillac, Honda, hingga Ford untuk bergabung.
Namun, aturan ini juga menuai kritik tajam dari para pembalap. Lando Norris menyebut mobil baru ini sebagai “yang terburuk”, sementara juara dunia Max Verstappen memperingatkan risiko kecelakaan akibat sistem tenaga yang terasa “artifisial” dan tak terduga.
Merespons kritik tersebut, bos F1 dijadwalkan akan berdiskusi dengan tim-tim setelah GP China akhir pekan ini, dengan kemungkinan perubahan regulasi 2026 paling cepat di GP Jepang akhir Maret nanti.