ACEH – Wakil Gubernur Aceh sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, Fadhlullah, menemui ratusan warga korban banjir bandang yang masih bertahan di hunian sementara (huntara) Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Partai Gerindra Aceh berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026, dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan.
Acara ini menjadi momentum solidaritas bagi para penyintas bencana hidrometeorologi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih. Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sejak akhir 2025 telah merusak ribuan rumah dan memaksa warga mengungsi ke hunian sementara, termasuk di kompleks Gedung MTQ. Saat ini, pembangunan hunian sementara permanen tengah berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026.
Dalam kesempatan itu, Fadhlullah secara langsung menyerahkan santunan kepada anak yatim serta paket bantuan bagi keluarga terdampak banjir. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, sejumlah pejabat daerah, dan tokoh masyarakat setempat.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan,” ujar Fadhlullah.
Ia menegaskan komitmen Partai Gerindra untuk terus mendampingi masyarakat melalui dukungan moral maupun bantuan nyata, terutama bagi mereka yang masih berjuang bangkit setelah bencana.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, perhatian dari pemerintah provinsi maupun partai politik sangat membantu mempercepat proses pemulihan warga yang hingga kini masih bergantung pada hunian darurat.
Ketua panitia pelaksana, Mahfudz Y. Loethan, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup paket Lebaran untuk penghuni huntara, santunan bagi anak yatim, serta wakaf Al-Qur’an dari Partai Gerindra.
“Dalam kegiatan ini kami menyalurkan paket Lebaran untuk penghuni huntara, santunan anak yatim, serta wakaf Al-Qur’an dari Partai Gerindra,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar para korban banjir segera kembali menjalani kehidupan normal, dengan rumah yang layak serta lingkungan yang aman dari ancaman bencana serupa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan pascabencana di Pidie Jaya.