JAKARTA — Cuaca panas ekstrem bukan hanya membuat tubuh tidak nyaman karena membuat pakaian basah karena memicu banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Namun, ternyata cuaca panas ekstrem juga mengancam kesehatan kulit. Saat suhu udara meningkat tajam, kulit menjadi salah satu bagian tubuh yang paling rentan mengalami gangguan. Namun, dengan menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana, kulit tetap bisa terjaga dengan baik.
Berikut enam cara menjaga Kesehatan kulit di tengah cuaca panas ekstrem yang dihimpun dari artikel Kesehatan Halodoc dan Klikdokter:
1. Perbanyak Minum Air Putih
Salah satu dampak langsung cuaca panas adalah meningkatnya produksi keringat, yang membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini tidak hanya memicu rasa haus, tetapi juga berdampak langsung pada kulit. Kulit yang kekurangan cairan rentan mengalami iritasi, kemerahan, hingga kekeringan.
Oleh sebab itu, minum air putih secara teratur sebelum rasa haus muncul menjadi langkah penting. Membawa botol semprot air saat bepergian juga dapat membantu menjaga kelembapan wajah di tengah terik matahari. Selain itu, penggunaan losion atau pelembab turut berperan dalam mengunci kelembapan kulit agar tidak mudah menguap.
2. Pilih Pakaian yang Tepat
Pilihan busana saat cuaca panas patut diperhatikan dengan cermat. Pakaian berbahan ringan dan longgar, seperti katun atau linen, lebih disarankan karena mampu menyerap keringat dengan baik. Sebaliknya, bahan seperti kulit, poliester, atau wol justru menghambat sirkulasi udara dan membuat tubuh semakin panas.
Warna pakaian pun tidak kalah penting. Busana berwarna gelap cenderung menyerap panas lebih banyak, sehingga membuat pemakainya merasa lebih gerah. Pilihan warna terang seperti putih, krem, atau warna pastel lebih dianjurkan karena membantu tubuh terasa lebih sejuk.
3. Hindari Paparan Matahari di Jam Terik
Sinar matahari mencapai intensitas tertinggi antara pukul 11.00 hingga 15.00. Pada rentang waktu tersebut, sebaiknya hindari aktivitas di luar ruangan, terutama yang bersentuhan langsung dengan sinar matahari. Selain berisiko merusak kulit, suhu yang tinggi pada jam-jam itu juga dapat membuat tubuh cepat kelelahan. Beristirahat di dalam ruangan dan menunda kegiatan olahraga menjadi pilihan yang lebih bijak.
4. Gunakan Tabir Surya Setiap Hari
Pemakaian tabir surya merupakan salah satu langkah paling efektif dalam melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. Tabir surya dengan nilai SPF minimal 30 dianjurkan untuk digunakan sebelum keluar rumah guna mengurangi risiko kulit terbakar dan kering akibat paparan matahari.
Bahkan, ahli medis menegaskan bahwa tabir surya tetap perlu dipakai meski cuaca mendung atau tidak terlalu terik. Sinar UV tetap dapat menembus awan dan berdampak pada kulit.
5. Rutin Mencuci Muka
Kebersihan wajah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan kulit saat cuaca panas. Mencuci muka dianjurkan setidaknya tiga kali, yakni setelah bangun tidur, sebelum tidur, dan setelah berkeringat. Mencuci wajah di pagi hari membantu membersihkan kotoran serta bakteri yang menumpuk saat tidur. Sementara itu, mencuci muka sebelum tidur berguna untuk mengangkat sisa riasan dan debu yang menempel setelah beraktivitas seharian.
Keringat yang dibiarkan menumpuk di wajah juga dapat memicu timbulnya jerawat pada sebagian orang. Gunakan sabun pembersih wajah yang ringan dan bilas dengan air hangat untuk hasil yang optimal.
6. Lindungi Kulit dari Gigitan Nyamuk
Pada musim kemarau, populasi nyamuk cenderung meningkat. Untuk mencegah gigitan, kenakan pakaian yang menutup tubuh secara memadai dan gunakan produk pengusir nyamuk, seperti losion antinyamuk atau kelambu saat beristirahat.
Kenali Gejala Gangguan Kulit Akibat Cuaca Panas
Cuaca panas yang berlangsung ekstrem dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kulit, termasuk kondisi yang tidak lazim terjadi di cuaca normal. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain kulit terasa dan tampak kering, kemerahan pada area yang terpapar matahari, rasa gatal atau perih pada kulit, serta munculnya benjolan kecil di area yang banyak berkeringat.
Mengenali gejala-gejala tersebut sejak dini dapat membantu pengambilan langkah perawatan yang tepat sebelum kondisi kulit semakin memburuk.