JAKARTA – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Halmahera, Maluku Utara, pada Senin siang (16/3/2026).
Berdasarkan data pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan utama terjadi pada pukul 12.39.22 WIB.
Titik koordinat berada di 1,3 Lintang Selatan dan 127,9 Bujur Timur yang menandai pusat aktivitas seismik di kawasan Halmahera.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 11 kilometer sehingga tergolong sebagai gempa dangkal yang biasanya lebih mudah dirasakan oleh masyarakat di wilayah sekitar episentrum.
Catatan pemantauan menunjukkan aktivitas seismik di lokasi yang hampir sama sudah terdeteksi sejak pukul 12.41 WIB melalui serangkaian getaran kecil dengan magnitudo berkisar antara 3,9 hingga 4,2.
Peristiwa gempa pertama yang teridentifikasi pada sistem monitoring memiliki kekuatan sekitar magnitudo 3,91 dengan kedalaman 10 kilometer dan berada di koordinat sekitar 1,31 LS serta 127,89 BT.
Beberapa menit kemudian, aktivitas seismik kembali tercatat dengan kekuatan yang meningkat secara bertahap hingga mencapai magnitudo 4,14 pada kedalaman sekitar 12 kilometer.
Getaran lain juga muncul pada pukul 12.45 WIB dengan kekuatan sekitar magnitudo 4,19 yang masih berada pada koordinat episentrum yang hampir identik dengan gempa sebelumnya.
Pemantauan lanjutan BMKG memperlihatkan aktivitas seismik di wilayah yang sama kembali muncul pada pukul 15.28 WIB dengan magnitudo sekitar 4,07.
Tak lama berselang, pada pukul 15.29 WIB, sistem pemantauan kembali mencatat getaran yang lebih kuat dengan magnitudo 4,40 pada kedalaman sekitar 11 kilometer.
Serangkaian gempa yang tercatat dalam waktu relatif berdekatan ini menunjukkan adanya aktivitas tektonik aktif di kawasan Halmahera yang memang berada di jalur cincin api Pasifik atau Ring of Fire.
Wilayah Halmahera sendiri dikenal sebagai salah satu zona tektonik kompleks di Indonesia karena pertemuan beberapa lempeng besar yang membuat kawasan ini relatif sering mengalami aktivitas gempa bumi.
Hingga laporan terbaru diperbarui, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat rangkaian gempa yang terjadi di kawasan tersebut.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di wilayah Halmahera guna memastikan perkembangan gempa susulan dan memberikan informasi cepat kepada masyarakat.
Masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.***