JAKARTA – Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Selain rasanya yang lezat, ayam juga mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan, mulai dari sup, goreng, hingga bakar.
Kandungan protein, vitamin B, dan mineral di dalamnya menjadikan ayam sebagai makanan bergizi yang baik untuk tubuh.
Namun, tidak semua bagian ayam memiliki nilai gizi yang sama. Beberapa bagian tertentu justru mengandung lemak, kolesterol, atau zat lain yang sebaiknya dibatasi konsumsinya.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui bagian ayam mana saja yang sebaiknya dihindari atau tidak dikonsumsi secara berlebihan demi menjaga kesehatan tubuh.
Berikut enam bagian ayam yang sebaiknya dibatasi atau dihindari saat dikonsumsi.
1. Kulit Ayam
Kulit ayam merupakan salah satu bagian yang paling digemari karena rasanya gurih dan teksturnya renyah, terutama ketika digoreng.
Meski demikian, kulit ayam mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Konsumsi lemak jenuh yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan kesehatan lainnya.
Karena itu, bagi orang yang memiliki masalah kolesterol atau sedang menjalani pola makan sehat, sebaiknya menghindari konsumsi kulit ayam atau setidaknya membatasinya.
2. Brutu (Pantat Ayam)
Brutu atau pantat ayam merupakan bagian yang berada di ujung belakang tubuh ayam.
Bagian ini dikenal memiliki tekstur yang lembut dan sering menjadi favorit sebagian orang.
Namun, brutu juga mengandung cukup banyak lemak karena terdapat kelenjar penghasil minyak di area tersebut.
Kandungan lemak yang tinggi membuat bagian ini sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Jika terlalu sering dimakan, brutu berpotensi meningkatkan asupan lemak harian dan memicu risiko penyakit kardiovaskular maupun kenaikan berat badan.
3. Kepala Ayam
Kepala ayam juga termasuk bagian yang sering dikonsumsi dalam berbagai hidangan, seperti sup atau masakan berkuah.
Namun, bagian ini perlu diperhatikan karena berpotensi mengandung residu bahan kimia dari obat atau vaksin yang diberikan kepada ayam selama proses peternakan.
Selain itu, bagian kepala juga memiliki banyak jaringan saraf dan organ yang dapat menyimpan berbagai zat yang tidak selalu baik bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh sebab itu, konsumsi kepala ayam sebaiknya dibatasi.
4. Leher Ayam
Leher ayam memiliki tekstur daging yang lembut dan sering dijadikan bahan makanan dalam berbagai masakan.
Meski begitu, bagian ini diketahui memiliki banyak pembuluh darah dan kelenjar getah bening.
Kelenjar tersebut berfungsi sebagai bagian dari sistem imun ayam, sehingga dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme seperti bakteri atau virus.
Oleh karena itu, konsumsi leher ayam perlu diperhatikan dan harus diolah dengan benar agar aman untuk dimakan.
5. Jeroan Ayam
Jeroan ayam seperti hati, ampela, usus, dan jantung sebenarnya mengandung beberapa nutrisi penting, termasuk zat besi dan vitamin B kompleks.
Namun, bagian ini juga dikenal memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, jeroan ayam dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah serta berpotensi memicu penyakit seperti asam urat dan gangguan metabolisme.
Karena itu, jeroan ayam sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.
6. Ceker Ayam
Ceker ayam cukup populer dalam berbagai hidangan, seperti sup atau dimsum.
Bagian ini sebenarnya mengandung kolagen yang baik untuk kesehatan kulit dan sendi.
Namun, ceker juga dapat menyimpan lemak dan kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Selain itu, karena ceker merupakan bagian yang sering bersentuhan langsung dengan tanah atau lingkungan kandang, kebersihannya harus benar-benar diperhatikan sebelum dimasak.
Jika tidak dibersihkan dengan baik, ceker ayam berpotensi membawa bakteri.
Konsumsi Ayam Tetap Aman Jika Bijak
Meskipun beberapa bagian ayam sebaiknya dibatasi, bukan berarti daging ayam harus dihindari sepenuhnya.
Ayam tetap merupakan sumber protein berkualitas yang penting bagi tubuh.
Kuncinya adalah memilih bagian ayam yang lebih sehat, seperti dada ayam tanpa kulit, serta mengolahnya dengan cara yang tepat.
Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang lebih disarankan dibandingkan menggoreng karena dapat mengurangi kandungan lemak pada makanan.
Dengan pola konsumsi yang seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan ayam tanpa harus khawatir terhadap risiko kesehatan.
Dengan memahami bagian ayam yang perlu dibatasi, kita dapat membuat pilihan makanan yang lebih sehat dan menjaga tubuh tetap bugar dalam jangka panjang.***