ROMA — AC Milan harus pulang tanpa poin setelah tumbang 0-1 dari SS Lazio pada pekan ke-29 Serie A Liga Italia di Stadio Olimpico, Senin (16/3/2026).
Gol tunggal Gustav Isaksen menjadi penentu kemenangan tuan rumah dalam duel ketat yang berlangsung penuh tekanan.
Kekalahan tersebut membuat peluang Rossoneri memangkas selisih dengan pemuncak klasemen kembali tertunda karena jarak delapan poin masih bertahan dengan sembilan pertandingan tersisa di kompetisi Liga Italia musim ini.
Sejak awal pertandingan, Lazio langsung mengancam lini pertahanan Milan sehingga kiper Mike Maignan dipaksa melakukan dua penyelamatan udara penting dalam dua menit pertama laga.
Tim tamu kemudian merespons dengan tekanan cepat ketika peluang emas hadir pada menit ke-10, namun upaya jarak dekat Strahinja Pavlovic berhasil digagalkan oleh blok krusial bek Lazio, Oliver Provstgaard, di area kotak enam yard.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi saat Pervis Estupiñán berhasil menyelinap ke kotak penalti pada menit ke-23 tetapi sundulannya belum mengarah ke gawang.
Ancaman berikutnya datang dua menit kemudian ketika tembakan kaki kiri Davide Taylor dari sisi lapangan menghantam mistar gawang Milan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-26 setelah Gustav Isaksen memanfaatkan celah di lini belakang Milan untuk mencetak gol yang membawa Lazio unggul 1-0.
Tuan rumah hampir menambah keunggulan menjelang turun minum ketika Daniel Maldini mendapatkan peluang satu lawan satu dengan Maignan pada menit ke-36, tetapi kiper Milan tersebut masih mampu menggagalkan peluang berbahaya itu.
Memasuki babak kedua, Milan mencoba meningkatkan intensitas serangan dan menciptakan peluang melalui Christian Pulisic pada menit ke-51 yang memaksa kiper Lazio, Marco Motta, melakukan penyelamatan sulit.
Bola rebound yang sempat mengarah ke Youssouf Fofana juga tidak mampu dimaksimalkan menjadi gol penyeimbang bagi Rossoneri.
Serangan demi serangan kemudian dibangun melalui kombinasi Rafael Leão, Pulisic, serta Luka Modrić, tetapi solidnya pertahanan Lazio membuat peluang Milan terus menemui jalan buntu.
Pelatih Milan lalu mengubah pendekatan taktik dengan memasukkan Niclas Füllkrug dan Christopher Nkunku sehingga skema permainan berubah menjadi lebih ofensif dengan tiga penyerang di lini depan.
Harapan Milan sempat muncul pada menit ke-75 ketika Athekame berhasil menjebol gawang Lazio, namun gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR memastikan adanya handball dalam proses serangan.
Tekanan Milan terus berlanjut hingga menit-menit akhir pertandingan ketika Pulisic kembali melepaskan tembakan pada menit ke-77 yang berhasil diblok oleh bek Lazio, Mario Gila.
Peluang lain juga datang dari sepakan jarak jauh Luka Modrić pada menit ke-82 tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang Lazio.
Meski gagal mencuri poin di Olimpico, Milan masih mempertahankan jarak aman dari tim peringkat kelima dalam persaingan menuju tiket Liga Champions UEFA musim depan.
Rossoneri kini mengalihkan fokus pada laga berikutnya saat menjamu Torino FC pada Minggu, 22 Maret 2026, sebelum kompetisi memasuki jeda internasional terakhir musim ini.***