Sorotan tajam tertuju pada Lewis Hamilton saat ia bersiap memacu jet darat Ferrari-nya dari posisi keenam di grid Grand Prix Miami hari Minggu ini. Setelah akhir pekan yang penuh dengan pasang surut emosi di sirkuit Hard Rock Stadium, juara dunia tujuh kali itu kini mengusung misi besar: mempersembahkan hasil maksimal bagi Scuderia di tengah gempuran kecepatan Mercedes dan McLaren.
Meski terpaut setengah detik dari sang peraih pole position, Kimi Antonelli, Hamilton beberapa kali menunjukkan kilatan kecepatan yang kompetitif. Bagi tim “Kuda Jingkrak”, balapan ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan pembuktian bahwa mereka masih menjadi penantang serius gelar juara.
Bayang-Bayang Kekecewaan di Sesi Sprint
Sabtu kemarin menjadi hari yang cukup berat bagi Ferrari. Dalam sesi sprint race, Hamilton harus puas finis di posisi ketujuh, tertinggal jauh—lebih dari 21 detik—dari Lando Norris yang memimpin dominasi satu-dua McLaren.
Namun, harapan kembali membubung di sesi kualifikasi. Di saat Kimi Antonelli mengamankan pole ketiganya secara beruntun musim ini untuk Mercedes, Hamilton berhasil mengunci posisi keenam. Ia sukses membelah duo McLaren dengan mengungguli Oscar Piastri dan hanya terpaut kurang dari dua persepuluh detik dari rekan setimnya, Charles Leclerc.
Faktor X: Cuaca dan Badai yang Mendekat
Kejutan besar datang dari luar lintasan. FIA dan promotor Miami memutuskan untuk memajukan jadwal balapan tiga jam lebih awal, dari jam 4 sore menjadi jam 1 siang waktu setempat. Langkah darurat ini diambil menyusul ancaman badai dan hujan deras yang diprediksi akan menyapu sirkuit tepat pada jadwal semula.
Perubahan cuaca ini justru menjadi “angin segar” bagi Hamilton. Sang pembalap Inggris dikenal luas sebagai salah satu Rain Master terbaik dalam sejarah F1. Jika lintasan menjadi basah dan licin, Hamilton memiliki insting dan kontrol yang bisa menjadi senjata mematikan untuk menyalip lawan-lawannya di grid depan.
Pertaruhan Gengsi Ferrari
Saat ini, Ferrari berdiri kokoh di posisi kedua klasemen konstruktor dengan 98 poin, membayangi Mercedes yang memimpin dengan 143 poin. Kepala tim, Fred Vasseur, mengakui adanya kekurangan top speed pada lintasan lurus, sebuah “PR” besar yang harus segera dibenahi.
Bagi Hamilton, podium di Miami akan menjadi pernyataan tegas. Setelah melewati musim 2025 tanpa kemenangan, memulai balapan dari posisi keenam tanpa tekanan justru bisa menjadi keuntungan. Dengan jadwal yang lebih awal dan lintasan yang mungkin akan basah oleh air hujan, Hamilton siap memanfaatkan setiap celah untuk merusak pesta Mercedes dan Red Bull di bawah langit kelabu Florida.