JAKARTA – Ketegangan antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain menjelang laga krusial Liga Champions tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga merembet ke urusan akomodasi tim.
PSG dilaporkan ingin menginap di Infinity Hotel, lokasi yang sama saat mereka meraih gelar Liga Champions musim lalu di Allianz Arena, karena alasan keberuntungan.
Hotel Infinity dikenal sebagai markas inap resmi Bayern sebelum pertandingan kandang, dengan lokasi strategis sekitar 20 kilometer atau 15 menit dari stadion.
Manajemen Bayern secara tegas menolak permintaan tersebut, menegaskan dominasi mereka sebagai tuan rumah dalam duel penting ini.
Pelatih Bayern Vincent Kompany bersama direktur olahraga Christoph Freund kompak menyuarakan sikap klub terkait penolakan tersebut.
“Ini kota kami, kami yang akan menginap di Infinity,” ujar Kompany seperti dilansir SB Nations, Selasa.
Freund menambahkan, “Kami tidak akan menyerahkan hotel kandang kami, ini pertandingan kandang dan ini kota kami.”
Akibat keputusan itu, PSG harus mencari alternatif dan akhirnya memilih Hotel Andaz di kawasan Schwabinger Tor sebagai tempat menginap.
Hotel tersebut tetap menawarkan akses mudah ke Allianz Arena melalui jalur utama A9, meskipun tidak memiliki nilai emosional seperti Infinity Hotel bagi PSG.
Keputusan Bayern dinilai sebagai bentuk “permainan psikologis” yang wajar dalam sepak bola elite, sekaligus menegaskan wilayah kekuasaan mereka.
Di sisi lain, situasi ini menambah bumbu panas jelang laga yang sudah dinanti publik sepak bola Eropa.
Laga hidup-mati menuju partai filan Liga Champions 2025/2026 Bayern Munich vs PSG berlangsung di Allianz Arena pada Kamis (7/5/2026) pukul 02.00 WIB dini hari.
PSG datang dengan percaya diri tinggi setelah meraih keunggulan 5-4 dari leg pertama pekan lalu.***