JAKARTA – Manchester City harus menerima kenyataan pahit setelah hanya meraih hasil imbang 3-3 saat menghadapi Everton dalam laga penuh drama pada Selasa (5/5/2026) dini hari WIB yang mengguncang persaingan gelar Liga Inggris musim ini.
Hasil ini membuat posisi City semakin tertekan karena kini tertinggal lima poin dari Arsenal meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Pelatih Pep Guardiola secara terbuka mengakui bahwa peluang juara kini tidak lagi sepenuhnya berada dalam kendali timnya.
“Gelar juara tidak lagi ada di tangan kami, sebelumnya iya, tapi sekarang tidak,” ujar Guardiola dikutip dari ESPN, Selasa.
City sebenarnya tampil dominan di babak pertama dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Jeremy Doku menjelang turun minum.
Namun momentum berubah drastis di babak kedua ketika Everton mencetak tiga gol dalam rentang waktu hanya 14 menit yang mengejutkan lini pertahanan City.
Gol Everton diawali oleh Thierno Barry yang memanfaatkan kesalahan fatal umpan belakang pemain City sebelum Jake O’Brien menambah keunggulan lewat sundulan.
Barry kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Everton unggul 3-1 yang sempat membuat publik tuan rumah bergemuruh.
City menunjukkan mental juara dengan bangkit cepat melalui gol Erling Haaland yang memperkecil ketertinggalan.
Jeremy Doku kemudian menjadi penyelamat dengan gol penyeimbang spektakuler di masa injury time yang memastikan City membawa pulang satu poin.
Guardiola menilai timnya tampil sangat baik terutama di babak pertama meski kehilangan kontrol permainan setelah kebobolan.
“Kami bermain luar biasa di babak pertama, tetapi di babak kedua mereka membuat pertandingan menjadi sangat fisik dan agresif,” kata Guardiola.
Ia juga menambahkan bahwa hasil imbang ini tetap lebih baik daripada kekalahan meskipun timnya datang dengan target kemenangan.
Di sisi lain, pelatih Everton David Moyes mengakui timnya sempat tampil buruk sebelum akhirnya bangkit di babak kedua.
“Kami benar-benar tertekan di babak pertama dan tidak mampu mendekati permainan City,” ujar Moyes.
Meski berhasil membalikkan keadaan, Moyes menyayangkan kegagalan timnya mempertahankan keunggulan saat sudah unggul 3-1.
“Ketika sudah unggul 3-1, seharusnya kami bisa mengamankan kemenangan,” tambahnya.
Dengan empat laga tersisa, City kini menghadapi tekanan besar untuk terus meraih kemenangan sambil berharap Arsenal terpeleset dalam perburuan gelar.
Laga berikutnya melawan Brentford diprediksi akan menjadi ujian krusial bagi ambisi City menjaga peluang juara tetap hidup.***