JAKARTA – Angkatan Bersenjata Iran untuk pertama kalinya meluncurkan sejumlah rudal canggih dalam serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Salah satunya adalah rudal balistik jarak menengah Sejjil. “Untuk pertama kali dalam responsnya terhadap serangan AS-Israel, Iran meluncurkan rudal Sejjil,” sebut Al Jazeera dalam laporannya.
Rudal Sejjil digunakan Iran sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu. Laporan Al Jazeera menyebut rudal berbahan bakar padat ini lebih sulit dideteksi dan dicegat di udara. Media Iran, Press TV, mengonfirmasi peluncuran Sejjil dalam gelombang ke-54 operasi True Promise 4 yang menargetkan fasilitas militer AS dan Israel.
Press TV menambahkan, rudal Sejjil diarahkan ke pusat komando dan kendali rezim Israel. Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, melalui unggahan di X, memastikan peluncuran rudal tersebut dalam serangan balasan terbaru.
Media lokal Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di Tel Aviv, Herzliya, dan lebih dari 140 lokasi lain. IRGC menyebut operasi balasan itu berlangsung dengan kode Ya Zahra, melibatkan sejumlah rudal lain seperti Khorramshahr, Kheybar, Qadr, dan Emad.
Menurut CSIS Missile Defense Project, Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Rudal ini menggunakan sistem dua tahap, dikembangkan sejak 2008, dan mampu diluncurkan dari kendaraan mobile, memberi Iran fleksibilitas strategis sekaligus meningkatkan daya tahan terhadap serangan pendahulu.