JAKARTA — Momentum Ramadhan kembali ditegaskan sebagai fondasi penguatan ekonomi umat oleh Ma’ruf Amin dalam khotbah Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung di kawasan Balai Kota DKI Jakarta.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, Ma’ruf Amin menekankan bahwa Ramadhan tidak sekadar membangun dimensi spiritual, melainkan juga memperkuat solidaritas ekonomi di tengah masyarakat.
“Hadirin sekalian yang saya hormati, Ramadhan bukan hanya membangun spiritualitas, Ramadhan juga membangun solidaritas ekonomi umat,” kata Ma’ruf Amin dilansir Antara.
Ia menggarisbawahi bahwa praktik keagamaan selama bulan suci, seperti zakat, infak, dan sedekah, menjadi indikator nyata tumbuhnya kepedulian sosial dalam kehidupan umat Islam.
“Dalam satu bulan ini, kita melihat zakat ditunaikan, infak digerakkan, sedekah dibagikan. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya membangun kesalehan ritual, tetapi juga kesalehan sosial,” tutur tokoh besar Nahdlatul Ulama itu.
Selain aspek ekonomi, Ma’ruf Amin juga menyoroti pentingnya silaturahmi sebagai perekat keberagaman dalam kehidupan berbangsa yang majemuk.
Menurut Wakil Presiden Indonesia ke-13 ini, perbedaan latar belakang suku, budaya, dan identitas bukanlah sumber konflik apabila dikelola dengan baik melalui komunikasi dan hubungan yang harmonis.
“Kehidupan bangsa kita adalah kehidupan yang majemuk. Ada banyak suku, ada banyak budaya, ada banyak latar belakang.”
“Jika perbedaan itu tidak dikelola dengan baik, maka ia akan bisa menjadi konflik; tetapi jika perbedaan dirajut dengan silaturahmi, maka ia menjadi harmoni kehidupan seperti sebuah simfoni,” jelasnya.
Ia kemudian mengilustrasikan keberagaman tersebut layaknya alat musik yang berbeda namun mampu menciptakan harmoni ketika dimainkan bersama.
“Biola tidak sama dengan piano, drum tidak sama dengan seruling, tetapi ketika dimainkan bersama lahirlah musik yang indah.”
“Begitu juga kehidupan masyarakat kita. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipersatukan dalam harmoni. Itulah yang disebut sebagai simfoni kemenangan,” tutur Ma’ruf.
Ma’ruf Amin juga menegaskan bahwa silaturahmi memiliki efek berantai dalam membangun bangsa, mulai dari kepercayaan hingga terciptanya kemajuan bersama.
“Keadilan adalah fondasi peradaban, tetapi keadilan tidak akan lahir jika masyarakat terpecah belah,” pungkas Ma’ruf.
Pelaksanaan salat Idulfitri di halaman Balai Kota dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan khotbah disampaikan sekitar pukul 06.50 WIB hingga selesai pada pukul 07.11 WIB.
Sekitar 2.000 jamaah hadir memenuhi lokasi untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam momen tersebut, termasuk Pramono Anung, Rano Karno, serta Uus Kuswanto bersama jajaran lainnya.
Usai pelaksanaan khotbah, Ma’ruf Amin bersama para pejabat daerah melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi bersama jamaah sebagai simbol persatuan dan kebersamaan pasca-Ramadhan.***