JAKARTA – Seorang wali murid yang juga seorang asisten rumah tangga (ART), membagikan pengalamannya terkait manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anaknya. Dalam unggahan di media sosial, ia mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan dampak nyata, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Sejak ada MBG, jujur anak saya sangat terbantu karena bisa makan setiap hari. Walaupun kadang menunya sederhana, tapi dibandingkan tidak makan, ini sangat membantu,” tulisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa makanan yang diberikan umumnya terdiri dari nasi kotak, buah, dan lauk bergizi. Hal ini membuatnya merasa lebih tenang karena kebutuhan dasar anaknya terpenuhi. Selain itu, uang jajan yang biasanya digunakan untuk membeli makanan kini dapat dialihkan untuk keperluan lain.
“Uang jajannya jadi bisa dipakai buat beli camilan kalau masih lapar, atau disimpan untuk dia main sore sama teman-temannya. Jadi saya juga tidak terlalu khawatir dia kurang makan,” lanjutnya.
Dalam unggahan lainnya, wali murid tersebut menceritakan sudut pandang pribadinya di tengah berbagai pemberitaan negatif terkait program MBG. Ia mengaku sempat berdiskusi dengan orang lain mengenai efektivitas program tersebut.
“Di balik banyaknya berita miring tentang MBG di media, saat saya ngobrol, ada yang tanya: ‘Anak ibu kan dapat MBG, menurut ibu bermanfaat tidak?’” tulisnya.
Ia pun menjawab dengan jujur bahwa program tersebut tetap memberikan manfaat bagi keluarganya, meskipun tidak sempurna.
“Jujur, bagi saya ini bermanfaat. Kadang anak saya ke sekolah tanpa bekal karena di rumah tidak ada makanan. Pulang sekolah sore, uang jajannya hanya Rp5.000–Rp10.000, itu pun kalau beli makan di sekolah sering tidak cukup,” ungkapnya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa, di tengah berbagai kritik, program MBG masih dirasakan manfaatnya oleh sebagian masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.