JAKARTA – Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kembali dihadapkan pada potensi cuaca tidak stabil pada Jumat, 15 Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca didominasi berawan hingga hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat yang berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari.
- Bogor Masuk Status Siaga, Hujan Lebat Mengintai
- Jakarta Berawan di Pagi Hari, Hujan Sore hingga Malam
- Bogor Jadi Wilayah dengan Curah Hujan Tertinggi
- Bekasi dan Tangerang Waspada Hujan Sore Hari
- Potensi Gangguan Aktivitas Harian
- Analisis Cuaca: MJO Masih Aktif Pengaruhi Jawa Barat
- Imbauan BMKG: Waspada Perubahan Cuaca Cepat
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku selama periode 13–17 Mei 2026, seiring meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa bagian barat.
Bogor Masuk Status Siaga, Hujan Lebat Mengintai
Dalam pembaruan peringatan cuaca, Kabupaten dan Kota Bogor menjadi wilayah dengan level kewaspadaan tertinggi pada hari ini. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat, yang berarti potensi hujan intensitas tinggi dapat terjadi dalam durasi cukup lama.
Sementara itu, kawasan lain seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Tangerang berada dalam kategori waspada. Artinya, wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai gangguan aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk.
Jakarta Berawan di Pagi Hari, Hujan Sore hingga Malam
Untuk wilayah ibu kota, kondisi cuaca diperkirakan relatif lebih stabil pada pagi hari dengan dominasi awan tebal. Namun, peluang hujan meningkat menjelang sore hingga malam hari, terutama di Jakarta Timur dan sekitarnya.
BMKG mencatat suhu udara Jakarta berada pada kisaran 24 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lokal.
Salah satu wilayah penyangga seperti Cibubur bahkan diperkirakan mencapai suhu maksimum sekitar 29 derajat Celsius pada siang hari, sebelum kemudian turun seiring turunnya hujan pada sore hari.
Bogor Jadi Wilayah dengan Curah Hujan Tertinggi
Dari seluruh wilayah Jabodetabek, Bogor diprediksi menjadi daerah dengan intensitas hujan paling tinggi pada hari ini. Kawasan Puncak, termasuk Cisarua, berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang sejak menjelang siang hingga sore hari.
Suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 20 hingga 27 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang dapat mencapai lebih dari 90 persen. Kondisi ini memperkuat potensi hujan yang bersifat lebih merata dan bertahan lebih lama dibanding wilayah lain di sekitarnya.
Bekasi dan Tangerang Waspada Hujan Sore Hari
Di wilayah Bekasi, cuaca diperkirakan relatif berawan sejak pagi hari. Namun, hujan ringan berpotensi turun pada sore hingga malam hari dengan suhu berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius.
BMKG mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi genangan air dan jalan licin, terutama saat jam pulang kerja.
Hal serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan yang masuk kategori waspada. Intensitas hujan diperkirakan tidak merata, namun tetap dapat mengganggu aktivitas luar ruang.
Potensi Gangguan Aktivitas Harian
BMKG menekankan bahwa perubahan cuaca yang cukup dinamis pada periode pertengahan Mei ini perlu diantisipasi oleh masyarakat, terutama bagi pengguna jalan dan aktivitas di ruang terbuka.
Dalam salah satu peringatan resminya, BMKG menyebutkan bahwa:“Kabupaten dan Kota Bogor berstatus siaga hujan lebat.”
Selain itu, BMKG juga menegaskan bahwa beberapa wilayah lain masih berada dalam tingkat kewaspadaan: “Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat.”
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini serta menghindari aktivitas di daerah rawan genangan, banjir lokal, maupun tanah longsor di wilayah perbukitan.
Analisis Cuaca: MJO Masih Aktif Pengaruhi Jawa Barat
Secara meteorologis, BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan di Jawa bagian barat pada Mei 2026 masih dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer skala global dan regional.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta keberadaan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kombinasi kedua fenomena ini membuat atmosfer lebih labil sehingga mudah memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Imbauan BMKG: Waspada Perubahan Cuaca Cepat
BMKG mengimbau masyarakat Jabodetabek untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, terutama pada sore hingga malam hari.
Pengendara kendaraan bermotor diminta berhati-hati terhadap jalan licin dan jarak pandang terbatas saat hujan turun. Sementara itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan genangan air.
Dengan kondisi atmosfer yang masih aktif dan dinamis, potensi hujan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan hingga pertengahan Mei 2026.