Akhir pekan di Brasil menjadi momen emosional bagi Marc Marquez. Setelah merayakan kemenangan perdananya musim ini di sesi Sprint Sabtu lalu, bintang pabrikan Ducati ini harus rela kehilangan podium di balapan utama. Marquez terlibat duel sengit wheel-to-wheel dengan Fabio di Giannantonio, namun sebuah insiden kecil di atas aspal yang licin membuatnya harus menyerah di posisi keempat.
Sementara itu, Marco Bezzecchi yang menunggangi Aprilia melenggang mulus ke garis finis dengan keunggulan empat detik di depan. Marquez mengakui bahwa separuh dari selisih waktu tersebut hilang karena ia kehilangan momentum di awal balapan.
Masalah “Feeling” di Menit Pertama
Marquez mengungkapkan bahwa kendala utamanya saat ini adalah performa di putaran-putaran pembuka. “Saya kehilangan lap-lap awal, hanya itu,” ujar pembalap pengguna GP26 tersebut. “Saya belum mendapatkan feeling yang pas sejak start, dan di sanalah saya harus berbenah.”
Hambatan semakin terasa saat Marquez terjepit di belakang Fabio di Giannantonio dan Jorge Martin. Berada dalam kepulan asap lawan membuatnya kesulitan mendapatkan jalur bersih untuk melakukan overtake yang aman. “Karakteristik lintasan membuat saya tidak bisa cukup dekat untuk menyalip dengan nyaman,” tambahnya.
Bangkit di Putaran Terakhir
Meski kesulitan di awal, kecepatan Marquez justru semakin menggila menjelang akhir balapan. Puncaknya pada lap 18 hingga 20, ia terlibat pertarungan brutal dengan Diggia. Hebatnya, Marquez mencatatkan waktu putaran terbaiknya justru di lap terakhir, meski akhirnya finis tepat di belakang knalpot Diggia dengan selisih hanya beberapa persepuluh detik.
Menatap Rivalitas Aprilia dan Menuju COTA
Melihat dominasi Aprilia dan Bezzecchi yang mencetak empat kemenangan beruntun, Marquez bersikap realistis. Ia memuji sinergi antara motor RS-GP dan gaya balap Bezzecchi yang sedang berada di puncak performa.
“Ini soal paket lengkap, pembalap plus motor. Saat ini, mereka berdua tampil sangat luar biasa,” puji Marquez.
Kini, fokus Marquez beralih ke seri COTA (Circuit of the Americas) akhir pekan ini. Menempati posisi kelima di klasemen, ia terpaut 22 poin dari Bezzecchi yang kini kokoh di puncak. Mampukah sang “King of COTA” merebut kembali takhtanya dan memperbaiki masalah di lap awal tersebut?